Loading...

Importir Sapi Wajib Jadi Breeder

10:07 WIB | Tuesday, 16-August-2016 | Komoditi, Ternak | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Pemberlakuan kuota impor sapi di Indonesia memasuki babak baru. Menteri Perdagangan,  Enggartiasto Lukita akan membuat beleid baru yakni importir sapi bakal kena kewajiban menjadi breeder sapi.

 

"Mereka (importir,red) harus ada kompensasi. Mereka harus jadi breeder, baru kita berikan kuotanya (impor)," ungkap Enggartiasto Lukita usai bertemu Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, beberapa waktu lalu.

 

Untuk mengetahui keseriusan pelaku usaha mengembangkan pembibitan sapi, Enggartiasto mengatakan, pihaknya akan menyeleksi dengan melihat jangka waktu importir dalam melakukan breeding. “Mereka nantinya harus mengajukan proposal usaha pembibitan (selama 5 tahun). Kita akan lihat berapa besar mereka mau mengimpor bibitnya? Di mana lahannya dan ada peta jalannya?,” ungkapnya.

 

Kebijakan tersebut lanjut Enggartiasto akan diberlakukan kepada perusahaan feedloater (penggemukan) yang selama ini juga sebagai importir sapi bakalan. “Perusahaan penggemukan akan kami wajibkan juga. Sampai kapan kita akan tergantung akan impor?," tegasnya. Tak hanya menjadi breeder, Menteri Perdagangan juga akan mewajibkan importir menjual sapi bakalannya kepada rakyat.

 

Sebelumnya, Menteri Perdagangan sempat berdialog dengan beberapa Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (ASPIDI), Asosiasi Industri dan Distributor Daging Indonesia (AIDDI), Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI), Asosiasi Pengusaha Protein Hewani Indonesia (APPHI), serta National Meat Processor Asociation (NAMPA).

 

Dalam dialog tersebut Enggartiasto meminta importir sapi menyampaikan roadmap dalam menentukan kuota impor sapi jangka pendek. Hal itu untuk mencocokkan upaya pemerintah dalam mencapai keseimbangan harga daging sapi.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162