Loading...

Indolivestock 2018 , Ajang Ternak Terobos Pasar Ekspor

17:45 WIB | Monday, 02-July-2018 | Nasional | Penulis : Ika Rahayu

President Forum Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI), Don P. Utoyo (tengah) dalam Press Conference Indolivestock

Pameran akbar peternakan kembali digelar tahun 2018 ini dan diharapkan menjadi satu ajang untuk mendorong kian banyak pelaku usaha peternakan  aktif menerobos pasar ekspor. Di event ini berbagai hal terkait kegiatan ekspor produk peternakan terpaparkan dengan jelas.

 

“Di Indolivestock kali ini  bahkan kami tampilkan paviliun ekspor dimana didalamnya pelaku usaha bisa menunjukkan kiprah mereka dalam melaksanakan  ekspor ,” jelas Project Director Indolivestock Expo & Forum PT  Napindo Media Ashatama, Devi  Ardiatna, dalam jumpa pers, di Jakarta, Senin (2/07).

 

Mengusung tema “Protein Hewani Sumber Kedaulatan Pangan Indonesia dalam Rangka Meningkatkan Pasar Global” , Indolivestock 2018 Expo & Forum akan berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada 4-6 Juli 2018. Menurut Devi, kegiatan ini akan diiikuti lebih dari 560 peserta pameran  dari 40 negara  termasuk menampilkan 10 paviliun negara.

 

Sesuai tema yang diusung,  Indolivestock 2018 tak hanya akan memamerkan produk-produk yang beredar di dalam negeri tetapi juga yang Berjaya di pasar global. “Jadi khalayak bisa menyaksikan langsung produk-produk  yang telah menembus pasar ekspor juga info regulasi terkait kegiatan ekspor,”  kata Devi yang didampingi President Forum Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI), Don P. Utoyo. 

 

Award  bagi Eksportir

 

Devi mengemukakan, tak hanya menyajikan paviliun khusus ekspor sekaligus memberikan kesempatan pengunjung pameran untuk berkomunikasi langsung dengan pelaku ekspor produk peternakan dan kesehatan hewan, di Indolivestock tahun ini diselenggarakan pula penganugerahan Award bagi pelaku usaha yang telah berhasil melaksanakan kegiatan ekspor produk yang dihasilkannya.

 

Menurut pihak pelaksana penganugerahan Award dari Yayasan Pengembangan Peternakan Indonesia (YAPPI), Setya Winarno, award diberikan terhadap eksportir setelah melalui tahapan penilaian secara komprehensif.  Kriteria penilaian antara lain menyangkut keberlanjutan dalam melaksanakan ekspor serta besaran nilai ekspornya.

 

“Kami memilih mereka yang secara kontinyu melakukan ekspor  bukan hanya sekali  dua kali ekspor  lalu berhenti.  Dengan nilai ekspor yang tinggi berarti eksportir sudah berkontribusi terhadap pemasukan negara karenanya layak dianugerahi award,” jelas Setya Winarno.

 

President FMPI, Don P.Utoyo menekankan bahwa bukan hal yang mudah bagi perusahaan Indonesia  untuk bisa menerobos pasar ekspor karena  negara importir umumnya  menerapkan persyaratan yang ketat . “Setelah wabah penyakit flu burung, produk unggas dari negara kita sempat tak bisa masuk ke pasar mancanegara. Kini setelah pasar terbuka harus bisa kita manfaatkan optimal,”  tandasnya. (ira)

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162