Loading...

Indonesia Terapkan Model Peternakan Animal Welfare

11:19 WIB | Wednesday, 11-December-2013 | Nasional | Penulis : Ika Rahayu

Model peternakan dengan menerapkan prinsip-prinsip kesejahteraan ternak (animal  welfare) kini semakin menjadi tuntutan masyarakat dalam negeri serta mancanegara. Karena itu pemerintah Indonesia terus mendorong agar model peternakan berbasis animal  welfare semakin luas diterapkan di masyarakat.

 

“Saya sangat berharap model peternakan animal  welfare ini bisa meluas diterapkan di seluruh wilayah Indonesia,” tegas Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan saat meresmikan model pembibitan sapi perah berbasis animal  welfare, di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden, beberapa waktu lalu.

 

Penerapan animal  welfare atau kesejahteraan ternak adalah upaya memperlakukan ternak dengan memperhatikan kenyamanan dan perilaku natural ternak. Dalam melaksanakan kegiatan usaha pembibitan atau budidaya ternak prinsipnya tidak terjadi kesemena-menaan perlakuan terhadap ternak.

 

BBPTU-HPT Baturraden, salah satu unit pelaksana teknis (UPT) di bawah Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan dalam menerapkan prinsip animal  welfare mengacu pada lima hal yakni freedom from hunger or thirsty, freedom from discomfort, freedom from pain, injury or disease, freedom from express normal behavior serta freedom from fear and distrees.

 

Menurut Wamentan, diterapkannya model peternakan ini terutama untuk menjawab tuntutan konsumen internasional yang menginginkan produk peternakan dari kegiatan peternakan yang memberlakukan prinsip animal welfare. “Model peternakan ini hendaknya tidak hanya diterapkan di usaha pembibitan sapi di Baturraden tetapi juga supaya dapat dicontoh di peternakan-peternakan lainnya,” tegasnya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Julianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162