Loading...

Ini Program Prioritas Kementan Hingga Tahun 2019

21:56 WIB | Monday, 04-June-2018 | Nasional | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman Optimis Program Prioritas Kementan hingga 2019

Mendapatkan apresiasi dan dukungan positif dari segi anggaran kerja tentunya membuat Kementerian Pertanian semakin optimis mampu melaksanakan beragam program prioritas hingga tahun 2019 mendatang.

 

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman saat Rapat bersama Komisi IV DPR RI yang membahas Rencana Kerja Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-/KL) dan Rencana Kerja Pemerintah Negara/Lembaga (RKP-/KL) tahun 2018, Senin (4/6).

 

Dalam rapat tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) mengajukan 10 kegiatan prioritas yang akan dianggarkan pada 2019. Amran menyampaikan bahwa Rencana Kerja 2019 tersebut mengacu pada prioritas nasional. "Terutama untuk untuk peningkatan nilai tambah ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Serta pemantapan ketahanan  energi,  pangan,  dan  sumber  daya  air," terangnya

 

Adapun 10 kegiatan yang disampaikan Amran, yakni Pertama, produksi dan perbanyakan  benih/bibit  melalui  pengembangan nursery/kebun  benih/bibit. Kedua, peningkatan penyediaan  air  melalui perbaikan jaringan irigasi dan pembangunan embung, long storage, dam parit. Ketiga, modernisasi pertanian melalui peningkatan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). "Keempat, pengembangan komoditas strategis padi, jagung, kedelai, gula, daging sapi/kerbau, cabai dan bawang merah. Kelima percepatan peningkatan bawang putih dan pengembangan komoditas substitusi impor," paparnya.

 

Amran melanjutkan, untuk prioritas keenam juga masih melanjutkan upaya swasembada pangan, yaitu penyediaan dan perbanyakan indukan sapi melalui Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB). Berikutnya, yang ketujuh mendongkrak produktivitas pertanian melalui pencetakan sawah di wilayah perbatasan dan daerah pengembangan baru dan optimasi lahan kering dan lahan rawa.

 

Kedelapan terkait pengembangan sumber daya manusia bidang pertanian yakni peningkatan pendidikan dan pelatihan vokasional. Menggenjot ekspor pertanian juga masuk dalam prioritas kesembilan terutama dengan pengembangan lumbung pangan berorientasi ekspor di daerah perbatasan. Terakhir, pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat petani miskin di perdesaan. "Kementerian Pertanian meluncurkan program baru tahun ini, yakni bedah kemiskinan rakyat sejahtera atau disingkat Bekerja," tukasnya.

 

Amran menambahkan, untuk pelaksanaan kegiatan utama dan pencapaian target produksi di atas, pagu indikatif anggaran Kementerian Pertanian sudah dialokasikan dan disetujui DPR RI sebesar Rp 21,067 trilliun. Anggaran tersebut diluar pagu subsidi pupuk tahun 2019 sebesar Rp 34,081 trilliun dan pagu subsidi benih sebesar Rp 1,020 trilliun. (tia/gsh)

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162