Loading...

Ini yang Diceritakan Puji Wanti Tentang KRPL kepada Pelapor Khusus Dewan HAM PBB

11:25 WIB | Friday, 20-April-2018 | Hortikultura | Penulis : Kontributor

 

Ketua KWT Seruni Menoreh Indah di Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo, Puji Wanti merasa bangga mendapat kehormatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL)-nya dikunjungi utusan PBB, yakni Pelapor Khusus Dewan HAM PBB untuk Hak atas Pangan Hilal Elver.

 

 

 

"Kunjungan utusan PBB ini menambah semangat kami untuk bekerja lebih baik lagi, dan menularkannya ke kelompok lain," ujar Puji Wanti ketika diminta komentarnya.

 

 

 

Menurut Puji Wanti,  KWT yang telah berdiri sejak tahun 2009 ini telah melakukan kegiatan pemanfaatan pekarangan sejak dulu, dan semakin pesat perkembangannya setelah ada inisiasi Kementerian Pertanian melalui kegiatan optimalisasi pemanfaatan pekarangan melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

 

 

 

"Yang kami tanam di pekarangan adalah sayur-sayuran seperti sawi, kangkung, bayam, cabai, tomat, selain itu juga ada  hewan ternak seperti ayam dan kambing" jelasnya. Tidak hanya itu, Ia mengungkapkan bahwa  komoditas umbi-umbian juga dibudidayakan di kebun atau ladang.

 

 

 

Dalam waktu tidak kurang dari satu tahun, sejak menjadi penerima manfaat dari kegiatan KRPL tahun 2017, anggota kelompoknya dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga dari pekarangan rumah masing masing. 

 

 

 

"Dengan pemanfataan pekarangan ini kami dapat mengurangi pengeluaran belanja untuk pangan sekitar Rp 5000,- sampai Rp 10.000,- per hari" ujarnya. Bahkan diakui Puji Wanti, kegiatan pemanfaatan lahan pekarang  dapat memberikan pemasukan dengan penjualan sayur-sayuran dan ternak (ayam) dengan kisaran harga  Rp 100.000,- sampai Rp 200.000,- per bulan.

 

 

 

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo menjelaskan bahwa sebelumnya Desa Sidoharjo masuk dalam daerah rawan pangan dan angka stunting tinggi.

 

 

 

"Melalui kegiatan ini (KRPL) Desa Sidoharjo tercatat sebagai daerah tahan pangan dan terjadi penurunan angka stunting" ungkap nya.

 

 

 

Lebih lanjut Sutedjo mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo terus berkomitmen dalam upaya mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan.

 

 

 

Dengan Motto Bela dan Beli, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menumbuhkan semangat kemandirian dan kesadaran kepada masyarakat bahwa mereka adalah produsen bukan konsumen.

 

 

 

"Semangat ini selalu didengungkan dalam setiap pertemuan warga dengan yel-yel ”Iso Ngandur Ngopo Tuku” (Kalau bisa tanam untuk apa beli)" pungkas nya 

 

 

 

Hal inilah yang menimbulkan kekaguman Pelapor PBB Hilal Elver dalam kunjungan ini mengemukakan bahwa di sangat senang dan terpikat dengan semangat bekerja sama dalam kelompok (gotong royong) yang masih terjaga, padahal  Ia menganggap saat ini tradisi tersebut sudah semakin memudar.

 

 

 

"Penting bagi pemerintah untuk menyebarkan hal ini kepada negara-negara lain (pemanfaatan pekarangan dan semangat gotong royong)" ujarnya.

 

 

 

Hilal pun mengakui Indonesia adalah negara yang cukup beruntung karena memiliki lahan yang subur, air yang baik, iklim yang mendukung, dan sumber daya manusia yang memadai. ES

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162