Loading...

Integrasi Tanaman Lada - Ternak Kambing

09:51 WIB | Monday, 23-January-2017 | Nusantara | Penulis : Kontributor

Tanaman lada di Kalimantan Barat merupakan tanaman perkebunan yang menempati urutan ke 6 setelah karet, kelapa, kelapa sawit, kopi dan kakao. Produktivitas lada di Kalimantan Barat masih sangat rendah dibanding dengan produktivitas nasional yang 1.5 ton/ha, hal ini disebabkan berbagai kendala di antaranya sebagian tanaman sudah tua, adanya serangan hama penyakit dan mahalnya harga pupuk. Salah satu sentra produksi lada di Kalimantan Barat adalah Kabupaten Bengkayang. Di Kabupaten Bengkayang, lada merupkan komoditas unggulan dengan luas areal 2.713 ha, dengan produksinya mencapai 1.437 ton. 

 

Kendala dalam budidaya tanaman lada adalah rendahnya produktivitas dan pendapatan usahatani lada. Hal tersebut karena petani lada pada umumnya hanya mengandalkan satu komoditas lada sebagai usahataninya, integrasi dengan ternak belum banyak dilakukan, sementara produksi dan harga lada relatif rendah sehinggga pendapatan usahatani lada kurang memberikan nilai tambah terhadap petani.

 

Pengusahaan tanaman lada sebagian besar masih dilakukan secara tradisional dengan produktivitas yang masih tergolong rendah yaitu sebesar 500-700 kg/ha/tahun. Hal ini disebabkan petani lada belum banyak melakukan usaha perbaikan kesuburan lahan dan tanaman lada jarang dipupuk. Salah satu usaha memperbaiki kesuburan adalah melalui integrasi ternak kambing dengan tanaman lada. Ternak kambing akan memproduksi kotorannya yang merupakan sumber pupuk organik.

 

Menurut hasil penelitian, usaha tani tanaman lada integrasi dengan ternak kambing nyata meningkatkan  produktivitas lada  lebih dari 60% dan  dapat menekan biaya produksi usahatani lada sebesar  50,54% dari total biaya produksi. Juga disebutkan, 1 hektar tanaman lada dapat memenuhi kebutuhan pakan ternak kambing 5-8 ekor.

 

Sistem integrasi ini ternyata lebih efisien dibandingkan dengan mengusahakan pertanaman monokultur ataupun ternak sapi secara terpisah. Sehubungan dengan hal tersebut maka perlu disosialisasikan teknik budidaya lada dengan ternak kambing agar usahatani lada dapat memberikan nilai tamah pendapatan petani secara optimal. Dengan integrasi usahatani lada - ternak kambing nilai petani memperoleh lebih banyak nilai tambah dan petani memperoleh pupuk organik cukup untuk tanaman lada dibanding cara tradisional tanpa integrasi ternak kambing. Jhon David - Peneliti BPTP KALBAR/Ira

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162