Loading...

Irigasi Embung Solusi Air di Musim Kemarau

09:44 WIB | Monday, 05-September-2016 | Mimbar Penyuluhan | Penulis : Kontributor

Pada saat musim kemarau seringkali air tidak bersahabat dengan petani. Air merupakan impian mas yang sangat sulit untuk dijangkau petani pada musim kemarau. Kelangkaan air sering kali menjadi kegagalan usahatani mereka.

 

Kelangkaan air di musim kemarau tidak akan terjadi bila petani mau dan mampu melakukan pengelolaan usahatani dengan melakukan penampungan air di saat musim hujan. Salah satu cara yang dapat dilakukan petani adalah membuat embung di lokasi lingkungan pengelolaan usahatani sebagai tandon air.

 

Embung atau tandon air berukuran kecil dapat dibuat untuk beragam jenis agroekosistem, di lahan rawa dapat berfungsi sebagai tempat penampungan air di musim penghujan pada saat ketersediaan air sangat berlimpah.

 

Pada lahan tadah hujan atau lahan kering, embung dapat dimanfaatkan sebagai penampung air dan menjadi sumber air irigasi di musim kemarau. Secara operasional embung berfungsi sebagai wadah penampung air di saat ketersediaan air berlimpah dan menjadi sumber air irigasi pada saat kelangkaan air berkurang di lingkungan lahan pertanian di musim kemarau.

 

Pembuatan Embung

 

Lokasi embung sebaiknya dibuat di daerah dengan jenis tanah bertekstur liat, lempung, liat berlempung dan lempung liat berdebu. Pemilihan jenis tanah tersebut akan berpengaruh pada keberhasilan embung berfungsi sebagai penampung air.

 

Embung dirancang untuk wadah penampungan air di saat ketersediaan air melimpah dengan tujuan 1) menampung air hujan dan aliran air permukaan tanah yang ada di sekitar lingkungan lokasi keberadaan embung seperti parit, sungai dan sungai-sungai kecil, 2) menjadi sumber penyedia air yang dapat dialirkan ke lahan pertanian dan peternakan yang dikelola petani.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162