Loading...

Jajar Legowo Plus

10:31 WIB | Thursday, 26-June-2014 | Pangan, Komoditi | Penulis : Kontributor

Teknologi cara tanam padi sistem jajar legowo telah terbukti membawa dampak positif terhadap pengembangan usaha budidaya padi. Bahkan kini sudah mulai ada pengembangan sistem cara tanaman tersebut yakni memadukan dengan budidaya ikan air tawar.

 

Jajar legowo plus tersebut makin menguntungkan petani. Selain memanen padi, petani bisa mendapat hasil dari budidaya ikan. Cara tanam padi jajar legowo telah meningkatkan jumlah populasi tanaman padi hingga 30%. Namun jika diintegrasikan dengan memelihara ikan secara tumpangsari (minapadi), maka dapat memberikan keuntungan ganda yaitu dari produktivitas padi dan hasil pemeliharaan ikan.

 

Salah satu contoh yang telah mengembangkan jajar legowo plus tersebut adalah petani di Kabupaten Lombok Timur, NTB, terutama di wilayah Kecamatan Montong Gading, Sikur, Aikmel, Pringgasela dan Sukamulia.

 

Sebenarnya budidaya mina padi ada dua pola yaitu penyelang dan tumpangsari. Pola penyelang adalah cara memelihara ikan di sawah menjelang tanam padi sambil menunggu bibit padi di pesemaian sampai siap untuk pindah tanam. Sedangkan pola tumpangsari adalah cara memelihara ikan bersama padi pada hamparan sawah setelah tanam padi hingga menjelang panen.

 

Namun pola tumpangsari lebih ideal jika dipadukan dengan sisten tanam padi jajar legowo. Sebab, terdapat lorong antar barisan tanaman yang dapat menjadi tempat pemeliharaan ikan. Selain itu biasanya tujuan pemeliharaan untuk pembesaran atau untuk kebutuhan konsumsi, sehingga ikan lebih cepat besar dibanding memelihara di kolam.

 

Dalam upaya meningkatkan produksi baik produksi padi maupun ikan, dalam budidaya mina padi ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Misalnya, jenis padi yang cocok untuk tumpangsari dengan ikan (mina padi) dan penerapan teknologi budidaya. Jenis ikan yang akan dipelihara juga harus memiliki prospek pasar yang baik, sehingga memberikan keuntungan bagi petani.

 

Varietas padi yang cocok untuk mina padi adalah memiliki karakteristik antara lain, Pertama, tahan terhadap genangan, perakaran dalam, batang kuat agar tanaman tidak mudah rebah karena akan menghambat dan mengganggu pergerakan ikan. Kedua, cepat beranak atau bertunas membentuk anakan baru. Hal ini untuk menghindari keterlambatan bertunas akibat genangan air yang terus menerus. Ketiga, tahan terhadap serangan hama dan penyakit (resisten).

 

Selain varietas padi, yang perlu diperhatikan juga adalah jenis ikan yang akan dipelihara. Ikan harus varietas unggul. Cirinya, tahan penyakit, pertumbuhan cepat, mudah beradaptasi dan disukai konsumen atau sesuai permintaan pasar (rumah makan). Di wilayah Lombok Timur yang paling diminati konsumen adalah ikan nila. Sebab, selain rasanya yang lezat, tekstur dagingnya cukup padat jika dibakar atau digoreng.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Julianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162