Loading...

Jamin Kompetensi, STPP Keluarkan SKPI

16:00 WIB | Monday, 05-December-2016 | Dinamika Petani | Penulis : Kontributor

Di era global tuntutan kompetensi manusia makin beragam. Untuk meningkatkan kompetensi Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian akan mengeluarkan Surat Keterangan Penunjang Ijazah (SKPI) bagi lulusannya. Surat tersebut untuk memperjelas kompetensi yang dimiliki.

 

STPP merupakan institusi pendidikan yang mencetak kader-kader penyuluhan pada masa mendatang. Lembaga pendidikan ini menganut sistem vokasi dengan menitikberatkan pembelajaran pada keilmuan terapan.  Tak hanya itu, STPP juga kini tengah bertransformasi menjadi politeknik.

 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian (BPPSDMP-Kementan), Pending Dadih Permana mengatakan, kurikulum yang diberikan STPP sudah sesuai SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia). “Kita juga sudah mempersiapkan KKNI (Kerangka Kerja Nasional Indonesia) pada level tingkatan dan memang dibutuhkan di dunia industri,” katanya.

 

SKKNI menjamin Penyuluh Pertanian memiliki kualifikasi kompetensi kerja yang sesuai kebutuhan dalam pelaksanaan tugas/pekerjaannya. Sehingga, peserta didik yang telah lulus dari STPP sudah pasti akan menerima SKPI sesuai SKKNI yang diusulkan.

 

SKPI ini berbentuk sertifikasi profesi yang menunjukkan sertifikat dari bidang keahlian yang dipilihnya. Untuk memasuki dunia kerja, sertifikasi profesi ini lebih mudah diterima. Untuk diketahui, SKPI merupakan amanat Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 81 Tahun 2014 tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi dan Sertifikat Profesi Pendidikan Tinggi.

 

Permendikbud sendiri merupakan turunan Undang-Undang (UU) No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan Peraturan Pemerintah No. 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi.

 

Dalam Pasal 44 ayat 1 sampai ayat 3, UU Nomor 12 mengharuskan setiap perguruan tinggi memberikan sertifikat kompetensi bagi setiap lulusannya. Sertifikasi tersebut sebagai keterangan resmi tentang kompetensi sekaligus bisa untuk mendapat pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya.

 

Dengan demikian, UU Nomor 12 tahun 2012 secara tegas mengarahkan agar setiap lulusan perguruan tinggi bisa memasuki pasar kerja. Untuk itu, setiap lulusan pendidikan tinggi harus memiliki sertifikat kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Gsh

 

 

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162