Loading...

Kado Lebaran 2018,Opini WTP untuk Kementan

16:48 WIB | Wednesday, 06-June-2018 | Nasional | Penulis : Gesha

Menteri Pertanian menerima Opini WTP dari BPK

Menjelang Idul Fitri 2018, Kementerian Pertanian mendapatkan kado lebaran dengan ditetapkannya Opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Tahun 2017.

 

"Sama seperti tahun lalu, Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Ini adalah pencapaian dua tahun berturut-turut yang diperoleh Kementerian Pertanian," ungkap Anggota IV BPK RI, Rizal Djalil saat menyerahkan Opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Kementerian Pertanian Tahun 2017 di Kantor Kementerian Pertanian, Rabu (6/6).

 

Dari 87 Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga (LKKL) dan 1 Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara (LKBUN), BPK memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap 79 LKKL dan 1 LKBUN, serta opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) terhadap 6 LKKL, yaitu pada Kemenhan, Kemenpora, Komnas HAM, Bapeten, LPP TVRI, dan LPP RRI. Sedangkan pada 2 LKKL yaitu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KPP) dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) BPK memberikan opini Tidak Menyatakan Pendapat (Disclaimer).

 

Rizal menyebutkan pencapaian opini WTP dari BPK bisa diperoleh sepanjang instansi pengguna APBN (Kementerian/Lembaga) bisa memenuhi persyaratan BPK secara konsisten dan berkesinambungan. "Kriteria yang telah ditetapkan BPK antara lain kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintah, efektivitas penilaian internal, kecukupan pengungkapan informasi, dan kepatuhan pada peraturan perundang-undangan," bebernya.

 

Lebih jauh Rizal menuturkan bahwa dengan anggaran belanja negara sebesar Rp 24,3 Trilliun dan realisasi belanja Rp 21,922 Trilliun atau sebesar 94%. Ditambah dengan pendapatan sebesar Rp 340 Milyar, Kementan mampu merealisasikan sampai Rp 584,079 Milyar atau sebesar 171%, Kementan telah mampu menerapkan sistem Akuntan Pemerintahan dan telah mengungkapkan informasi keuangan secara memadai.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menuturkan dipertahankannya opini WTP selama dua tahun berturut-turut merupakan kerjasama dan kerja keras dari seluruh stakeholder pertanian. “Kami bangga karena mampu mencetak sejarah baru dimana pertanian pertama kalinya dalam dua tahun berturut-turut mendapatkan opini WTP. Kami berterima kasih kepada semua pihak,” tuturnya.

 

Tercatat, tahun 2006-2007 Kementan sempat mendapatkan opini Disclaimer atau tidak menyatakan pendapat. Kemudian pada 2008-2012 mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), dan 2013-2014 mendapatkan opini WTP Dengan Paragraf Penjelasan (WTP-DPP). Status WDP kembali didapatkan Kementan di 2015. "Kita teruskan tradisi kinerja laporan keuangan yang baik ini. Kementerian bekerja dengan uang rakyat, dan semestinya dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat," tegas Amran.(gsh)

 

 

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162