Loading...

Karantina Pertanian Kawal Ketat Benih Impor

20:04 WIB | Tuesday, 16-January-2018 | Karantina, Non Komoditi | Penulis : Tiara Dianing Tyas

 

 

Badan Karantina Pertanian (Barantan) memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan Upaya Khusus (UPSUS) swasembada pangan. Karena itu selain bertugas mengawasi lalu lintas komoditas pertanian baik impor, ekspor atau pun antar area, Barantan juga melakukan pengawalan benih, terutama yang berasal dari impor.

 

 

 

Pada acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Barantan di Jakarta, Selasa (16/1), Kepala Barantan, Banun Harpini menjelaskan, dalam program UPSUS pihaknya berperan dalam melakukan pengawalan benih, baik antar area maupun impor. Sebab untuk meningkatkan produksi, Banun mengakui, masih ada benih yang harus diimpor.

 

“Benih adalah bagian dari komponen teknologi. Kalau memang benihnya bisa menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi, petugas karantina harus mengawal itu," katanya.

 

Untuk menjaga keamanan benih, ungkap Banun, pihaknya melakukan Pre-Shipment Inspection (PSI) guna memastikan benih tersebut diambil dari lahan yang mana di negara asal. Selain itu harus dipelajari secara historis OPTK apa yang terjadi yang terjadi disana agar resikonya tidak terbawa ke Indonesia. "Barantan tidak menghambat distribusi benih, namun menjaga," terangnya.

 

Dengan demikian, karantina bisa memastikan benih itu sehat sebelum benih dilalulintaskan antar area. Untuk itu benih tersebut disertai dengan hasil uji laboratorium. “Jika waktunya sempit, uji laboratoriumnya juga bisa dilakukan di tempat tujuan. Manajemen resiko seperti ini yang terus dibahas perkembangannya,” katanya.

 

Jika Karantina tidak bisa mengawal dengan baik, kemudian mengakibatkan masuknya hama atau Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) pada benih tersebut ke wilayah di Indonesia, maka akan terjadi kontrapoduktif terhadap upaya-upaya pemerintah yang sedang berjuang meningkatkan produksi. "Kalau ada benih yang akan digunakan sebagai peningkatan produksi, baik itu benih impor maupun antar area memastikan bahwa karantina akan terlibat dalam pengendaliannya. Prosesnya harus cepat dan selamat," tambahnya.

 

Pada acara Rakernas Barantan ini menghadirkan pimpinan Satuan Kerja (Satker) Barantan yang berada di seluruh Indonesia. Rakernas ini menindaklanjutin Rakernas yang diselenggarakan Kementan dengan tujuan yakni memantapkan program kerja prioritas-prioritas pada 2018. Terutama dukungan yang harus dilakukan Barantan terhadap prioritas kerja Kementan. Utamanya adalah dukungan pelaksanaan UPSUS. Baik itu UPSUS padi, jagung dan kedelai (Pajale) maupun UPSUS Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB).

 

"Sumber Daya Manusia (SDM) petugas karantina atau fungsional yang dimiliki Barantan adalah ahli di bidangnya. Seperti bidang penyakit tumbuhan, termasuk juga ahli di bidang penyakit hewan. Mereka memiliki kopentensi di bidang keamanan pangan. Tugasnya mendukung pelaksanaan UPSUS," pungkasnya.

 

Ia menjelaskan, caranya yaitu  seluruh petugas karantina harus bisa meningkatkan secara terus menerus kemampuan manajemen dan analisis resikonya. Termasuk, harus mampu memahami tentang komoditas juga jenis-jenis OPTK-nya yang berpotensi terhadap komoditas tersebut. Tia

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162