Loading...

Katokkon Sayang, Cabai Asli Bumi Makassar Super Pedas

08:32 WIB | Friday, 20-October-2017 | Hortikultura, Komoditi | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan mendaftarkan cabai asli daerah tersebut  yang bernama Katokkon Sayang ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVT-PP), Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian. Cabai tersebut memiliki rasa super pedas.

 

Katokkan Sayang merupakan varietas cabai asli dari Sulawesi Selatan. Cabai Katokkon Sayang merupakan jenis cabai dengan tingkat kepedasan lebih 20 kali lipat dibanding cabai yang biasa digunakan rumah tangga. Aroma harum dan rasa pedasnya yang khas membuat cabai jenis ini menjadi favorit para penggemar rasa pedas.

 

Untuk menjaga kelestarian komoditas asli Bumi Makassar ini, Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Sulsel mendaftarkan cabai varietas itu ke PPVT-PP. secara resmi pendaftaran dilakukan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.

 

“Pedasnya lebih 20 kali lipat setara dari cabai pada umumnya. Peluangnya menjanjikan untuk dikembangkan sebagai komoditi agribisnis. Ini menjadi cabai khas kita di Sulsel,” kata Syharul. Dengan mendaftarkan cabai Katokkon Sayang ke PPVT-PP, Syahrul berharap, cabai ini menjadi varietas cabai Indonesia asal Sulsel dan merk bagi cabai asli Indonesia.

 

Syahrul memaparkan, cabai merupakan salah satu produk yang mempengaruhi inflasi. Karena itu jika ada gerakan penanaman cabai secara massal, maka akan mereduksi inflasi serta masyarakat memperoleh cabai dengan harga murah.

 

“Pemerintah harus hadir mengatasi permasalahan di masyarakat. Realita yang terjadi, harga cabai kadang melambung tinggi,” katanya.  Karena itu lanjut Syahrul, pembagian membagian bibit cabai Katokkon Sayang secara massal diharapkan menjadi salah satu produk penyangga yang bisa mencegah inflasi dan meredam harga yang melambung tinggi.

 

Sementara itu, Kepala Pusat Perlindungan Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian, Erizal Jamal mengatakan, pendaftaran varieats cabai ini sebagai bentuk melindungi plasma nuffah (bibit unggul) dari pencurian, terutama dari luar negeri. “Sulsel adalah tiga besar nasional daerah dengan jumlah varietas unggul yang didaftarkan,” ujar Erizal.  TIA/Yusran Penyuluh Bone Sulsel

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162