Loading...

Kegiatan Biosekuriti pada Peternakan Ayam

16:39 WIB | Wednesday, 03-February-2016 | Non Komoditi, Tips & Santai | Penulis : Kontributor

Pertanyaan :

 

Saya seorang pensiunan guru SMP saat ini tinggal di kaki Gunung Merapi Yogyakarta. Untuk mengisi waktu luang, saya beternak ayam kampung dengan cara dikandangkan dan di sekeliling kandang saya sediakan ruangan untuk ayam bermain lalu saya buat pagar keliling. Dari satu pasang, kini ayam saya sudah beranak pinak menjadi puluhan ekor dari segala tingkatan usia.

 

Tahun lalu sempat sebagian ayam saya terserang penyakit dan mati secara mendadak. Karena takut menular ke ayam lain maka semua ayam yang ada di kandang saya potong sehingga bisa diolah menjadi masakan. Saya mendengar, kematian ayam bisa terjadi karena biosekuriti di lingkungan peternakan kurang memenuhi syarat-syarat kesehatan ternak. Mohon dijelaskan, kegiatan apa saja yang tercakup dalam biosekuriti itu. Atas penjelasannya diucapkan terima kasih.

 

Sunarti, Yogyakarta

 

 

 

Jawaban :

 

Biosekuriti pada prinsipnya merupakan langkah-langkah pengamanan biologik yang dilakukan untuk pencegahan menyebarnya kuman penyakit pada ternak. Dengan merebaknya berbagai penyakit unggas berbahaya seperti flu burung (Avian Influenza/AI), kegiatan biosekuriti menjadi mutlak untuk dilakukan.

 

Pada peternakan rakyat umumnya penerapan biosekuritinya minim bahkan kadang tidak dilakukan sama sekali. Peternakan seperti ini sangat rentan terhadap munculnya berbagai penyakit sehingga berpotensi merugikan peternak.

 

Hal-hal yang tercakup dalam kegiatan biosekuriti antara lain menyangkut upaya-upaya pengendalian penyakit tertentu, memberikan kondisi lingkungan yang kondusif bagi kehidupan ayam serta upaya pengamanan resiko bagi karyawan atau pemilik farm yang sehari-hari beraktivitas di dalam lingkungan peternakan.

 

Karena itu jika ingin mendirikan peternakan, sebaiknya sejak awal dipilih lokasi yang terisolir atau jauh dari pemukiman penduduk. Peternakan yang kita bangun minimal berjarak 500 meter dari lokasi peternakan ayam lainnya. Area peternakan dibuatkan pagar, di samping untuk menjaga keamanan usaha ini juga mencegah ternak lain termasuk unggas liar masuk ke dalam lokasi peternakan.

 

Lantai kandang harus dibuat sekuat mungkin, lebih baik dibeton untuk mencegah tikus membuat liang di dalam kandang. Lantai dan dinding kandang secara periodik (minimal setahun sekali) dilakukan pencucian. Demikian pula peralatan makan dan minum ayam harus sering dibersihkan.

 

Langkah untuk melakukan pembersihan kandang pertama-tama bersihkan dulu kandang dari debu yang menempel, dilakukan penyemprotan dengan air sabun, dibilas lalu didesinfeksikan menggunakan cairan desinfektan yang kuat dan larut dalam air. Cairan desinfektan bisa dibeli di kios sarana produksi peternakan (poultry shop).

 

Pastikan kandang terkunci setiap saat. Untuk meminimalkan resiko kontaminasi bibit penyakit, lakukan fogging (penyemprotan desinfektan) di dalam dan di lingkungan kandang. Pastikan burung dan binatang liar lainnya tidak mengkontaminasi kandang, air minum dan pakan yang tersedia di dalam kandang.

 

Batasi orang ke luar masuk kandang karena pada dasarnya manusia juga bisa menjadi vector atau pembawa penyakit. Di farm-farm skala besar bahkan ada ketentuan orang hanya bisa masuk lingkungan farm setelah melalui proses desinfeksi yakni mandi, disemprot, memakai sepatu khusus, baju penutup dan topi khusus yang telah didesinfeksi.

 

Di peternakan tradisional sekalipun tetap harus dikontrol jangan sampai berkeliaran tikus dan burung liar di lokasi peternakan. Jenis-jenis serangga tertentu juga harus diwaspadai terutama nyamuk, lalat dan kecoa karena serangga-serangga tersebut merupakan carrier atau pembawa penyakit-penyakit berbahaya pada ayam.

 

Sejauh ini cara yang paling efektif untuk meminimalisasikan keberadaan serangga adalah dengan secara rutin menyingkirkan kotoran ayam dari dalam kandang. Kotoran ayam sebaiknya ditampung di tempat khusus dan bila perlu diolah lebih lanjut menjadi kompos.

 

Kegiatan biosekuriti lain yang perlu dilakukan adalah mengontrol kualitas air mengingat air merupakan sumber penularan penyakit yang utama selain melalui pakan dan udara. Pastikan air yang diberikan kepada ayam cukup higienis dan tidak tercemar bahan-bahan berbahaya. Dan tentunya langkah biosekuriti lainnya untuk melakukan pencegahan penularan penyakit dengan melaksanakan vaksinasi. Untuk kegiatan ini bisa meminta pertolongan dari mantri hewan atau petugas di daerah yang membidangi masalah kesehatan ternak.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162