Loading...

Kembangkan Sistem TABELA, Kementan Optimis Produktivitas Kebumen Melesat

15:29 WIB | Thursday, 30-August-2018 | Pangan | Penulis : Kontributor

Dengan Tabela, petani lebih efisien tetap bisa meningkatkan produktivitas tanaman padinya (dok. Humas Hortikultura)

Produktivitas pertanian bisa ditingkatkan dengan beragam cara sesuai dengan kondisi setempat. Misalnya untuk Kebumen, Jawa Tengah, peningkatan produktivitas ditempuh melalui tebar benih langsung (TABELA) dan Kementerian Pertanian (Kementan) optimis dengan cara tersebut.

 

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi selaku PJ Upsus Provinsi Jawa Tengah saat melakukan penanaman benih padi dengan sistem TABELA di Kecamatan Ayah Kab Kebumen (29/8/2018) bersama Kepala Dinas Pertanian & Pangan Kab Kebumen, Pudji Rahayu dan Kepala STTP Magelang , Ali Rahman serta Danramil & Koordinator BPP Kec Ayah.

 

Salah satu dasar dikembangkannya sistem ini adalah untuk meningkatkan efisiensi produksi, terutama efisiensi dalam penggunaan tenaga kerja tanam.

 

Untuk diketahui, Tabela adalah sistem  tanam padi dengan cara ditaburkan secara langsung tanpa melalui persemaian dan pemindahan bibit.  Sistem ini sudah dikenal oleh petani Indonesia, terutama oleh petani yang membudidayakan padi gogo atau gogo rancah.

 

Sistem tabela pada dasarnya dibedakan atas dua cara, yaitu tanam benih langsung dalam larikan atau tanam benih langsung secara merata (broadcast) pada areal pertanaman.

 

Suwandi berharap Kecamatan Ayah dapat menjadi replikasi untuk kecamatan lain. "Pantau terus progres pertanamannya, dibuat analisis biayanya, sehingga pada musim hujan sebelum panen tiba, sudah semai lagi" jelasnya

 

Suwandi menambahkan bahwa saat ini terdapat 1275 ha lahan basah yang bisa ditanami dengan memanfaatkan setiap jengkal tanah untuk apapun jenis tanaman yang paling sesuai, baik dengan cara tumpang sari dengan kedelai (salip-salipan). "Bagi yang butuh pompa silahkan usulkan ke kami", ujar Suwandi.

 

Kepala Dinas Pertanian & Pangan Kab Kebumen, Pudji Rahayu, menjelaskan sistem tabela ini memanfaatkan sisa air yang masih terkandung di dalam tanah dan sumber air yang berasal dari aliran sungai untuk mengairi selama proses pertumbuhan. "Sistem TABELA ini juga dapat memangkas waktu semai yang biasanya membutuhkan waktu 21 hari dan memotong biaya olah tanah" tukasnya

 

Kepala STTP Magelang, Ali Rahman menambahkan bahwa dengan adanya Sistem TABELA ini mengedukasi para petani untuk dapat membuat rasio perbandingan keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan sistem TABELA dan sistem lainnya.

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162