Loading...

Kemenangan Bermartabat

16:45 WIB | Wednesday, 25-June-2014 | Agri Wacana, Kolom | Penulis : Kontributor

Persaingan kedua kandidat calon presiden bisa diibaratkan sebuah pertandingan sepakbola. Penuh intrik, adu strategi, taktik dan cara untuk mengalahkan lawan. Namun sepakbola selalu mendatangkan kejutan dan sensasi. Bayangkan, kemenangan Atletico Madrid atas Real Madrid pada final Liga Champion yang sudah di depan mata tiba-tiba sirna hanya tiga menit sebelum pertandingan bubar. Tragis, dramatis dan menyayat hati.

 

Itulah sepakbola, kekalahan dan kemenangan seperti siang dan malam yang selalu berganti. Demikian juga dengan kehidupan akan selalu diisi dengan kekalahan dan kemenangan. Tidak ada seorang pun yang selalu menang, dan tidak ada seorang pun yang selalu kalah dan terpuruk. Yang paling penting dalam memberi makna pada kemenangan dan kekalahan adalah menghargai proses untuk meraih kemenangan dan menghargai kekalahan sebagai buah dari proses perjuangan. Artinya, substansi kemenangan dan kekalahan bukan sekedar pada hasil yang diperoleh, tapi juga menyangkut proses untuk mencapai hasil tersebut.

 

Pemaknaan tentang pentingnya proses dalam meraih kemenangan sekarang sudah mulai pupus bahkan hilang dari kesadaran sebagain besar masyarakat. Banyak yang memaknai kemenangan lebih pada hasil yang diperoleh tanpa menghiraukan prosesnya. Mereka bangga meraih kemenangan meskipun harus melalui segala cara, bahkan dengan cara yang hina, jahat dan menyimpang sekalipun. Mereka mengabaikan substansi kemenangan sebagai hasil akhir ‘jalan spiritual’ dalam salah satu bagian kecil kehidupan.

 

Maraknya korupsi di negeri yang kuat dibalut dengan nilai-nilai mulia agama dan spiritualitas ini,  menjadi salah satu bukti kesalahan fatal dalam memaknai kemenangan. Mereka yang menempelkan makna kemenangan pada kekayaan dan harta telah mengesampingkan proses memperoleh kemenangan itu dengan korupsi. Bagi mereka,  kaya dengan harta melimpah jauh lebih penting dan berharga dibandingkan jalan mulia yang seharusnya mereka tempuh untuk memperolehnya. Mereka rela melalui jalan hina hanya untuk memperoleh kemenangan berupa harta.

 

Para pegawai dan pekerja yang memaknai kemenangan dengan kedudukan, pangkat dan jabatan bisa juga terjebak melalui jalan hina dalam meraih kemenangan yang diidamkan. Mereka rela menjegal, memfitnah dan melakukan berbagai jalan tercela untuk mewujudkan impiannya. Yang ada di benak dan impian mereka adalah jabatan tinggi lengkap dengan semua fasilitasnya, namun mengabaikan jalan mulia yang seharusnya ditempuh untuk mendapatkannya.

 

Kemenangan dalam bentuk apapun memang penting, namun yang lebih penting adalah proses untuk meraih kemenangan itu. Kita berharap kedua kandidat presiden akan berjuang meraih kemenangan dengan santun, berbudi dan bermartabat.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162