Loading...

Kementan Bangun Jaringan Komunikasi dengan Mahasiswa

15:29 WIB | Wednesday, 30-May-2018 | Nasional | Penulis : Clara Agustin

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menjalin komunikasi langsung dengan Mahasiswa Pertanian Seluruh Indonesia

Untuk mencapai program utama Kementerian Pertanian, menjadi lumbung pangan dunia, diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan mahasiswa pertanian se-Indonesia yang menjadi generasi penerus di masa depan.

 

 “Kita harus bangun jaringan komunikasi dengan para mahasiswa. Makanya kita membuat jaringan komunikasi (WhatsApp Grup) antara Kementerian Pertanian dengan mahasiswa pertanian se-Indonesia,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat acara Temu Generasi Muda Pertanian di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (30/5).

 

Dibuatnya jaringan komunikasi ini untuk memberikan informasi kepada para mahasiswa program-program apa saja yang akan dilakukan atau yang sudah dilakukan oleh Kementan. Selain itu, sebagai wadah mahasiswa untuk mengemukakan ide-ide atau penemuan baru yang terkait pembangunan pertanian. “Selama ini mahasiswa tidak pernah tahu capaian-capaian yang telah kita hasilkan. Misalnya saja sekarang kita sudah ekspor ayam dan jagung beberapa negara. Itu mereka tidak tahu. Makanya dengan adanya jaringan komunikasi ini, diharapkan nanti mahasiswa dapat berperan serta dalam pembangunan pertanian,” jelas Amran.

 

Peran mahasiswa sebagai generasi muda, sangat penting dalam percepatan peningkatan produksi melalui inovasi teknologi pertanian dan pendampingan. Mahasiswa juga sangat dibutuhkan dalam mengatasi permasalahan seperti alih fungsi lahan, kemiskinan, data produksi hingga persoalan pengendalian hama. “Mahasiswa juga kami libatkan untuk mengawas dan mendampingi beberapa program pertanian di kabupaten/provinsi. Sehingga kalau ada penyimpangan, dapat segera melaporkan untuk segera ditindaklanjuti oleh kami,” terang Amran.

 

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri mengatakan mahasiswa bukan hanya sebagai penerus pembangunan pertanian saja, melainkan penyambung informasi dari Kementerian Pertanian kepada masyarakat. Sehingga program-program yang telah dilaksanakan oleh Kementan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Kita sadar selama ini komunikasi dengan mahasiswa masih kurang. Dengan dibuatnya jaringan komunikasi teman-teman di perguruan tinggi dapat mengakses program-program yang ada di Kementan. Kami buka pintu informasi untuk mereka,” jelasnya.

 

Memang selama ini mahasiswa sudah dilibatkan dalam program-program pembangunan pertanian. Misalnya pendampingan Program Upaya Khusus dan mekanisasi. “Untuk Program Upsus padi, jagung dan kedelai saja kita sudah melibatkan 200 ribu mahasiswa . Diharapkan dengan adanya jaringan komunikasi ini, keterlibatan mahasiswa menjadi lebih nyata lagi,” harap Kuntoro.

 

Apresiasi Mahasiswa

 

Dalam jaringan komunikasi Mahasiswa Pertanian tersebut akan berjumlah 255 orang yang terdiri dari 92 orang perwakilan yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)  dan Ikatan Senat Mahasiawa Pertanian Indonesia (ISMPI) yang mewakili 63 perguruan tinggi seluruh seluruh indonesia, serta 100 peserta STPP yang berasal dari Bogor, Medan dan Malang.

 

Sekretaris Jenderal Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia, Hasbi Abdullah mengapresiasi berbagai capaian yang ditorehkan Kementan sampai saat ini. Karena itu, pertemuan ini  memberikan manfaat yang besar bagi upaya menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. “Pemerintah agar mengoptimalkan lembaga-lembaga yang telah ada untuk mencapai tujuan tersebut. Salah satunya bagaimana Kementerian Pertanian mampu mengembalikan identitas Indonesia sebagai negara Agraris,” ujarnya.

 

Hasbi mencontohkan data ekspor dari komoditi pertanian yang menanjak disaat komoditi lainnya menurun. Angka kenaikan ekspor komoditas pertanian yang bersumber dari BPS mencapai USD 300 miliar. Ekspor komoditas pertanian terbesar di luar sektor perkebunan, disumbang dari ekspor jagung, beras, ubi kayu, ubi jalar dan komoditas hortikultura. Negara tujuan ekspor komoditas pertanian Indonesia adalah Filipina, Australia, Tiongkok dan Taiwan. (cla/gsh) 

 

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162