Loading...

Kementan Kembangkan Sistem Pemberdayaan Peternak Sapi Berbasis Internet

17:19 WIB | Wednesday, 09-March-2016 | Nasional | Penulis : Ahmad Soim

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Pending Dadih Permana Bersama Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Muladno di Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) di Kec Cipunagara Subang melakukan pembicaraan video call dengan pengelola Sekolah Peternak Rakyat (SPR) di Banyuasin Sumsel.

Kementerian Pertanian mengembangkan pemberdayaan peternak sapi melalui program Sekolah Peternak Rakyat (SPR) yang dimonitoring dan dievaluasi melalui sistem internet. Program ini dikembangkan untuk mendukung tercapainya swasembada daging sapi pemerintahan Joko Widodo.

 

Pada tahun ini dikembangkan 50 SPR yang tersebar di 17 propinsi dan 40 kabupaten. Setiap SPR dipimpin oleh seorang manajer berpendidikan sarjana peternakan atau dokter hewan dengan fasilitasi dana miliaran rupiah per SPR untuk mengembangakan fasilitas budidaya dan pemasaran agribisnis peternakan modern.

 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Pending Dadih Permana mengatakan bantuan dan fasilitasi dana untuk SPR berasal dari APBN Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

 

“BPPSDMP mendukung kegiatan SPR ini melalui rekayasa sosial dan pemberdayaan pengelola dan petani SPR dengan pendampingan penyuluhan berbasis internet,” kata Pending Dadih Permana saat menghadiri kegiatan Diklat Teknis Peternakan di Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) di Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat (8/3).

 

Diklat teknis peternakan ini dilakukan di lokasi kegiatan untuk para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dengan mendatangkan pelatih ahli yang dimiliki balai-balai diklat peternakan di lingkup BPPSDMP. Mereka dilatih aspek manajerial pengelolaan manajemen budidaya ternak sapi zero waste dengan teknologi modern dan aspek teknis teknologinya. “Selanjutnya para penyuluh ini akan melatih dan mendampingi para manajer SPR, Ketua Gugus Pemilik Ternak (GPT) dan peternaknya,” jelasnya.

 

Seluruh PPL yang dilibatkan untuk memberdayakan SPR datanya, termasuk telepon genggang dan alamat email, tersimpan dalam Sistem Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) berbasis internet yang dikelola oleh Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementan. Demikian pula data SPR, manajer dan anggota peternaknya.

 

Pusluhtan dan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (ditjen PKH)  dapat memonitoring SPR melalui Telepon Genggam maupun komonukasi internet video call.

 

Dalam  kegiatan Diklat Teknis Peternakan di BP3K Cipunagara Subang diperlihatkan komunikasi video call berbasis internet antara Dirjen PKH Muladno dengan pengelola SPR di Banyuasin, Sumatera Selatan.

 

“Saya tidak menduga, BPPSDMP memberikan fasilitas pemberdayaan SPR yang berbasis teknologi informasi. Memberikan BP3K sebagai rumah bersama termasuk kantor bagi manajer SPR. Juga meberikan PPL terbaiknya. Semua ini tidak saya minta, tapi diberi, ini seperti saya dapat durian runtuh,” kata Muladno.

 

Muladno menjelaskan SPR ini akan dikembangkan menjadi perusahaan peternakan berbadan hukum milik rakyat dengan pengelolaan manajemen dan peralatan yang modern. “Kita harapkan mereka bisa bersaing dan lebih maju dibanding perusahaan penggemukan sapi yang ada saat ini,” tambahnya. Som

 

Editor : Ahmad Soim

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162