Loading...

Kementan-PERTETA Garap Bareng Pengembangan Mekanisasi

14:20 WIB | Monday, 23-October-2017 | Sarana & Prasarana, Non Komoditi | Penulis : Julianto

Kementerian Pertanian (Kementan) dan Perhimpunan Tehnik Pertanian (PERTETA) sepakat menggarap bareng dalam menciptakan dan dan mengembangkan teknologi mekanisasi pertanian, terutama dalam upaya meningkatkan produksi pangan dan keberlanjutan swasembada pangan. Teknologi mekanisasi tersebut mencakup dari hulu sampai hilir, sehingga tidak hanya meningkatkan produksi, tapi juga kesejahteraan petani.

 

Hal ini terungkap pada Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Peran Teknologi Pertanian dalam Keberlanjutan Swasembada Pangan” yang digelar Pusat Data dan Sistem Informasi (Pusdatin) Kementan bersama PERTETA di Bogor, Minggu malam (22/10).

 

Melalui sambungan telepon, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, ada lima poin penting yang perlu dibahas dalam FGD guna mewujudkan keberlanjutan swasembada pangan. Harapannya, dapat menyusun rumusan kebijakan yang dapat diaktualisasikan di lapangan.

 

Pertama, program pendampingan untuk optimalisasi alat mesin pertanian (alsintan) bantuan pemerintah. Karena itu diperlukan pendampingan dari ahli mekanisasi yang anggotanya tersebar di semua provinsi.

 

Kedua, pengelolaan atau tata air wilayah rawa-lebak, pasang surut agar dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, khususnya padi dan kedelai. Ketiga, program atau paket mekanisasi hulu hingga hilir untuk peningkatan produksi non padi, jagung dan kedelai. Keempat, paket teknologi mekanisasi pasca panen yang dapat menurunkan kehilangan dan meningkatkan kualitas produksi.

 

Kelima, Amran berharap, disusun program korporasi petani. Pasalnya mekanisasi merupakan faktor pendukung utamanya, selain aspek permodalan, tataniaga dan manajemen modern. “Bagaimana skala usahatani dapat optimal dan pengelolaan korporasi yang tepat bagi petani,” katanya.

 

Ketua Pengurus Pusat PERTETA, Prof. Desrial mengapresiasi program Kementan yang mendorong penggunaan mekanisasi untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani. Program pendampingan dan pengembangan mekanisasi dapat dilakukan PERTETA.

 

“PERTETA memiliki cabang di semua provinsi. Pendampingan dan terutama program mengkorporasikan petani dan koperasi bisa dilakukan. Misalnya membuat pemetaan sebaran bantuan alsintan, penentuan lokasi distribusi, pelatihan, membangun bengkel atau klinik lokal, sehingga kerusakan alsintan bisa direspon cepat,” tuturnya. Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162