Loading...

Kendalikan Wereng Cokelat Sejak Dini

12:24 WIB | Monday, 07-August-2017 | Liputan Khusus | Penulis : Gesha

Hama wereng batang cokelat (WBC) kembali merambah sentra produksi padi. Bahkan disinyalir serangannya menyerupai tahun 2011/2012 silam. Karena itu harus ada upaya pencegahan sedini mungkin agar serangan hama wereng tak sampai memangkas produksi padi.

 

Catatan dosen Proteksi Tanaman dan Ahli Hama IPB, Hermanu Triwidodo, tahun itu ledakan hama wereng bukan hanya di sentra produksi Pulau Jawa (Jabar, Jateng, Jatim dan Daerah Istimewa Yogyakarta). Tapi dilaporkan dari daerah lain yang sebelumnya tak banyak terserang hama wereng. Mulai dari Banten, Sumatera Selatan (Ogan Komering Ulu dan Ogan Komering Ulu Timur), Jambi, Sumatera Utara, Lampung hingga Sulawesi Selatan.

 

Khusus di Jawa, berbagai sentra produksi padi dilaporkan terserang hama ini. Sebut saja, wilayah Pasuruan, Nganjuk, Mojokerto, Ngawi, Madiun, Bojonegoro, Blora, Pati, Kudus, Semarang, Sragen, Klaten, Kebumen, Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, Cilacap, Cirebon, Indramayu, Subang, dan Karawang.

 

Hermanu yang juga Ketua Gerakan Petani Nusantara mengatakan, data tersebut dari hasil laporan petani yang tergabung dalam lingkar jejaring GPN dan Klinik Tanaman. Karena wereng cokelat memiliki tingkat serangan yang membahayakan harus ada upaya pencegahan secara dini.

 

“Pengalaman outbreak wereng bisa menyebabkan kegagalan panen hingga 100%. Besarnya ancaman kegagalan panen bisa berimbas pada berkurangnya stok beras nasional,” katanya.

 

Ahli Serangga IPB, Nina Maryana juga mengingatkan kewaspadaan terhadap serangan wereng cokelat. Pasalnya, hama ini sudah menjadi hama global (the global pest). “Serangan wereng cokelat bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi juga menyerang tanaman padi di China, Vietnam, Thailand, India, Pakistan, Malaysia, Filipina hingga Jepang dan Korea,” ujarnya.

 

Wereng cokelat menurutnya, bergerak dari daerah satu ke daerah lainnya dan dari negara satu ke negara lainnya. Hal ini karena wereng cokelat dapat migrasi sampai 200 km, bahkan dapat lebih jauh lagi dari daratan China dan Vietnam Selatan bermigrasi ke Jepang dan Korea.

 

Perkembangan wereng cokelat dipicu perubahan iklim global yang mempengaruhi sikap hama terhadap tanaman padi. La Nina dengan curah hujan yang tinggi menimbulkan kelembaban yang tinggi pada musim kemarau, sehingga hama tersebut berkembang dengan populasi yang tinggi.

 

Sifat Serangan Sporadis

 

Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT), Jatisari Karawang, Ruswandi mengakui, hama wereng cokelat yang menyerang tanaman padi pada musim kemarau (MK) tahun ini memang terjadi di beberapa daerah. Namun,  serangannya di sejumlah daerah bersifat sporadis, sehingga masih bisa dikendalikan dengan pestisida anjuran.

 

Meski serangannya sporadis, menurutnya, ada sejumlah daerah yang endemik hama wereng coklat. Di Jawa Barat,  terjadi di sejumlah kawasan di Bekasi, Indramayu, dan Cirebon. Sedangkan di Jawa Tengah berada di Cilacap, Banyumas, Sukoharjo, Boyolali dan Klaten. Di Jawa Timur  terjadi di Jember, Jombang, Blitar, Bojonegoro, Lumajang, Lamongan, Madiun, dan Ngawi.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162