Loading...

Kepala Badan PPSDMP Tengok Serapan Gabah di Jawa Tengah

16:04 WIB | Monday, 02-October-2017 | Nusantara | Penulis : Gesha

Kepala BPPSDMP, Momon Rusmono saat berkunjung ke gudang bulog sub divre pekalongan

Musim panen dan pertanaman baru padi tengah berlangsung. Karenanya, serapan beras dari petani terus digenjot. Tak terkecuali daerah eks Karesidenan Pekalongan yang juga sentra padi terbesar di Jawa Tengah. 

 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian, Momon Rusmono, di Tegal, Senin (2/10) berkesempatan melakukan kunjungan melihat keadaan langsung serapan gabah/beras Tim Upsus Daerah bersama Bulog. 

 

"Kita dorong serapan gabah dan beras oleh Bulog mencapai target yang sudah ditentukan," ungkap Momon yang juga Penanggung Jawab Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai wilayah Jawa Tengah. Dalam kunjungan tersebut, Kepala Badan PPSDMP bersama Kepala Subdivre Pekalongan, Dandim Tegal dan rombongan Tim Upsus Pusat dan Daerah mengunjungi dua gudang beras Bulog (Munjungagung dan Procot), dan dua mitra yang memasok beras ke Bulog. 

 

Hasilnya, hingga kini Bulog Subdivre Pekalongan sudah 50% atau sekitar 55 ribu ton dari mitra yang merupakan penggilingan beras kecil di daerah sentra. “Kita kawal dan dampingi supaya percepatan ini bisa didorong lagi supaya serapannya bisa lebih tinggi lagi,” katanya.

 

Dari enam subdivre Bulog di Jawa Tengah, Subdivre Pekalongan bertugas menyerap beras Kabupaten Tegal, Kab. Pekalongan dan Kab. Slawi menduduki posisi ke 4 dari hasil serapan berasnya. “Jawa Tengah sudah diatas 55 ribu ton, tapi Subdivre Pekalongan baru 55 ribu ton," ungkap Momon.

 

Menanggapi tantangan Ka Badan PPSDM Pertanian, Kepala Bulog Subdivre Pekalongan, Muhson menuturkan pihaknya optimis untuk bisa memenuhi hal tersebut.  Tahun ini pihaknya, menargetkan penyerapan gabah/beras mencapai 118 ribu ton. “Kita terus upayakan untuk jemput bola dengan adanya satker-satker yang serap beras,” ujarnya.

 

Bulog Divre Pekalongan sendiri memiliki 6 gudang beras yang masing-masing berada di Pekalongan, Batang, Tegal (2 gudang), Pemalang dan Brebes. Masing-masing gudang beras tersebut sudah memiliki mitra penggilingan padi dan satker. Misalnya gudang beras di Procot yang memiliki 5 mitra yang secara rutin memasok beras ke Bulog. 

 

Mitra-mitra tersebut melakukan kontrak kerjasama dengan Bulog sebanyak 90 ton dalam waktu 1 bulan. Kontrak kerjasama tersebut juga dilakukan pembaruan setiap bulannya.

 

Selain menyerap gabah dari mitra, Bulog Subdivre Pekalongan juga melakukan mpembelian gabah ke penggilingan padi  dan sejumlah petani. Bahkan lanjut Muhson, masyarakat bisa menjual beras ke Bulog melalui kelompok tani di masing-masing desa. 

 

“Kita juga tawari poktan-poktan untuk bisa memasok kesini, hanya perlu rekomendasi kepala dinas saja. Ada beberapa yang datang untuk menjual gabah, tetap kita layani," tuturnya. Dengan makin banyaknya stok beras di gudang, Muhson berharap stok beras untuk kebutuhan pangan masyarakat di dalam negeri tercukup. Gsh

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162