Loading...

Kiat Meningkatkan Mutu dan Daya Saing Produk Hortikultura

10:31 WIB | Tuesday, 22-August-2017 | Mimbar Penyuluhan | Penulis : Kontributor

(Oleh: Mariati Tamba/Penyuluh Pertanian Pusat)

 

Komoditas hortikultura memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan pembudidayaannya memerlukan curahan tenaga intensif dengan keterampilan yang tinggi. Untuk beberapa jenis tanaman hortikultura sangat cocok untuk diusahakan meskipun pada kondisi kepemilikan lahan yang sempit seperti di Indonesia.

 

Di berbagai negara, hortikultura telah berperan nyata dalam mempercepat pengentasan masyarakat petani dari kemiskinan, menciptakan lapangan kerja dan mendorong investasi di perdesaan.

 

Penerapan Teknologi dan Sumber Inovasi Teknologi

 

Basis budidaya tanaman hortikultura yang telah menggunakan inovasi teknologi maju tidak hanya terbatas di atas lahan hamparan, tetapi lebih luas lagi yaitu meliputi penggunan media tumbuh lainnya dalam pot-pot (menggunakan pasir, arang sekam, dll), dalam media tumbuh berupa nutrisi dalam larutan yang dikenali sebagai hidroponik atau bahkan ada yang dengan sistem pengkabutan/spray pada akar tanaman yang disebut aeroponik (contoh pada produksi benih kentang bebas virus).

 

Tingkat teknologi yang digunakan dan kemampuan (pengetahuan) yang dimiliki pelaku usaha, sangat berkaitan erat dengan jenis dan skala usahanya. Pada tingkat petani dan atau pedagang kecil, umumnya mereka masih memanfaatkan teknologi yang sangat sederhana.

 

Tidak jarang di antaranya masih berupa teknologi yang diketahui dari pembelajaran melalui pengalaman sendiri, atau belajar dari tetangga, tetapi pada usaha yang sudah menjadi tumpuan pendapatan terutama yang berskala besar, umumnya telah dimanfaatkan teknologi tinggi yang merupakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian dalam jangka waktu yang lama dengan biaya yang relatif mahal.

 

Sebagai contoh, usaha produksi benih kentang melalui “ mass production” dengan menggunakan teknologi kultur jaringan, mampu menghasilkan benih kentang 100 juta benih kentang jenis G-0 per tahun. Berbagai inovasi teknologi dapat diperoleh dari Badan Penelitian Dan Pengembangan Kementerian Pertanian yang di dalamnya ada Pusat Penelitian dan Pengembangan dan balai-balai penelitian. Selain itu, inovasi teknologi yang diperoleh dari lembaga penelitian non Kementerian seperti LIPI, BPPT, BATAN, perguruan tinggi, pelaku usaha dan petani maju, dan swasta.

 

Produksi, Produktivitas Hortikultura

 

Produksi berbagai jenis komoditas hortikultura menunjukkan kecenderungan yang meningkat dari tahun ke tahun. Selama periode 2009-2014 telah terjadi pertumbuhan produksi yang cukup signifikan. Apabila dikaitkan dengan mutu, menunjukkan bahwa mutu produk hortikultura Indonesia sangat beragam. Kalau diukur dengan skor rendah sampai tinggi, umumnya masih dalam tingkat rendah sampai sedang. Oleh karena itu, produk hortikultura Indonesia sebagian besar baru memasuki pasar tradisional dan baru sedikit yang dapat masuk ke pasar modern termasuk ekspor.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Pimpinan Redaksi

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162