Loading...

Kontrak Kinerja Perkuat Komitmen Kembangkan Peternakan

10:39 WIB | Friday, 07-March-2014 | Ternak, Komoditi | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Pemerintah pusat dan daerah memperkuat komitmen untuk lebih serius dan fokus melaksanakan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan. Upaya memperkuat komitmen diwujudkan melalui penandatanganan kontrak kinerja oleh seluruh aparat di bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) dalam kegiatan pertemuan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), di Semarang Jateng, pekan lalu (20/2).

 

Kegiatan Rakornas berlangsung selama dua hari, dilaksanakan oleh Ditjen PKH bersama seluruh dinas provinsi yang membidangi peternakan dan Keswan, dengan melibatkan berbagai instansi terkait seperti LIPI dan beberapa Perguruan Tinggi. Rakornas tersebut dibuka oleh Gubernur Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo.

 

Penandatanganan kontrak kinerja dan penetapan kinerja, dalam hal ini dilakukan secara berjenjang dimulai dari Dirjen PKH, dilanjutkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal dan para direktur lingkup Ditjen PKH. Selanjutnya dilaksanakan penandatanganan Kontrak Kinerja antara Dirjen dengan Kepala UPT dan antara Dirjen dengan para Kepala Dinas yang membidangi peternakan dan Keswan di tingkat provinsi di seluruh Indonesia.

 

Gubernur Jateng yang menyaksikan langsung penandatanganan kontrak kinerja oleh aparat PKH dalam sambutannya menegaskan bahwa sub sektor peternakan memiliki peran penting dalam penyediaan daging sebagai pangan sumber protein hewani sehingga perlu ditumbuhkan untuk mencapai kedaulatan pangan.

 

Upaya memperkuat komitmen untuk melaksanakan lebih serius kegiatan pembangunan PKH dinilainya perlu mengingat ke depan tantangan yang akan dihadapi akan lebih besar yakni akan terjadi perebutan pangan dan perebutan energi di dunia internasional. Hal ini terbukti, saat ini telah terjadi perebutan energi yang menyebabkan peperangan di beberapa negara.

 

Ganjar mengemukakan bahwa produksi daging dan telur di Jateng telah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan tingkat provinsi, namun Jateng sebagai bagian dari NKRI perlu menyumbang kebutuhan pangan nasional.

 

Ia mengingatkan bahwa 2014 adalah tahun yang cukup penting bagi pembangunan peternakan dan Keswan, karena merupakan tahun evaluasi keberhasilan program swasembada daging sapi dan kerbau 2014 dan tahun penyiapan rencana strategis periode berikutnya yaitu tahun 2015–2019.

 

 

 

Dukungan Instansi Terkait

 

“Pelaksanaan Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau 2014 apabila dievaluasi secara umum telah berjalan sesuai dengan yang ditargetkan”, kata Dirjen PKH Syukur Iwantoro dalam sambutannya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162