Loading...

KUB, Tarik Generasi Muda Terjun ke Agribsinis

15:55 WIB | Monday, 18-September-2017 | Kontak Tani Sukses, Kabar Penas KTNA XV 2017 | Penulis : Julianto

Pemberdayaan dan regenerasi petani kini menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah. Untuk menyelesaikan PR tersebut, pemerintah mendorong pengembangan Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang berasal dari generasi  muda petani.

 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Momon Rusmono mengatakan, untuk membangun kelompok tani yang mandiri, setidaknya ada dua program utama yakni pemberdayaan dan regenerasi petani. Dalam program pemberdayaan petani, pemerintah melalui pendekatan kelompok, dari mulai kelompok tani, gabungan kelompok tani hingga kelompok ekonomi petani.

 

“Pemberdayaan petani ini adalah amanah UU No. 19 tahun 2013 tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Petani,” kata Momon saat membuka Bimbingan Teknis Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Bekasi, kemarin.

 

Menurutnya, cara pemberdayaan petani itu dengan mengembangkan kelambagaan petani.  Nah, dalam UU tersebut, kelembagaan ekonomi petani adalah kelompok yang berorietasi usaha, boleh berbadan hukum atau tidak.

 

“Jadi nanti petani bisa membentuk kelompok usaha bersama, bisa dalam bentuk koperasi, CV atau PT,” katanya. Nantinya agar KUB bisa berjalan optimal, nantinya pengurus harus mampu bermitra dengan sumber sarana produksi, permodalan dan sumber informasi pasar.

 

Dalam pengembangan KUB ini ada dua komponen yang diharapkan pemerintah yakni, pemberdayaan dan regenerasi petani. Untuk regenerasi petani, pemerintah berharap pengembangan KUB berasal dari generasi muda.

 

Berdasarkan survei BPS terjadi penurunan jumlah rumah tangga petani (RTP). Pada tahun 2003 jumlahnya sebanyak 31 juta RTP, tapi pada tahun 2013 tinggal 26 juta RTP. Artinya dalam sepuluh tahun terakhir terjadi penurunan 5 juta RTP. “Kalau begitu tiap tahun ada pengurangan 500 ribu rumah tangga petani beralih dari usaha pertanian,” kata Momon.

 

Karena itu menurut Momon, dengan mendorong pengembangan KUB yang dikelola generasi muda akan mengubah paradigma, dari sekadar mengolah lahan sawah, tapi manajemen usaha tani.

 

“Jadi kita siapkan petani, bagaimana petani masa depan. Petani yang paham analisa usaha tani dan modernisasi pertanian. Dengann KUB kita ciptakan petani modern. Jadi meski jumlah RTP turun, tapi dengann mekanisasi pertanian, target juga bisa tercapai,” tuturnya.

 

Kepala Pusat Penyuluhan, BPPSDM Pertanain, Fathan A. Rasyid juga menegaskan, pengembangan KUB merupakan amanat UU No. 19/2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Dengan demikian, pemerintah wajib menumbuhkembangkan kelembagan ekonomi petani. “Kelembagaan ekonomi petani ini nantinya tumbuh dari, oleh dan untuk petani. Jadi bisa berbadan hukum, atau tidak. Bisa koperasi, PT, CV atau bentuk lainnya seperi BUMdes,” katanya.

 

Menurut Fathan, KUB nantinya merupakan bagian dari KEP (Kelompok Ekonomi Petani). Untuk itu KUB harus ada organisasinya, manajer, ketua, sekretaris dan ada unit seksi usaha, dari produksi hingga hingga pemasaran.  Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162