Loading...

Kurangi Impor Bibit Anggrek, Pemda Tangsel Latih Penangkar Bunga

18:53 WIB | Saturday, 23-June-2018 | Hortikultura | Penulis : Kontributor

(Ilustrasi) Pelatihan Anggrek di BPP Jombang

Bunga anggrek menjadi bunga favorit ibu-ibu sebagai penghias rumah yang bergengsi. Tapi hingga kini, bibit anggrek masih belum bisa dipenuhi dalam negeri karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan penangkar bunga. Karena itu, perlu ada pelatihan untuk bisa menghasilkan bunga sendiri

 

Dari seluruh sentra penghasil bunga, Tangerang Selatan (Tangsel) merupakan salah satu pemasok bunga terbesar di pasar bunga Rawa Belong Jakarta Barat. Penangkar bunga anggrek di Tangsel banyak yang berskala kecil maupun besar dan sudah berlangsung turun temurun antar generasi. 

 

Sayangnya, penangkar bunga Tangsel mengaku masih kesulitan dari segi bibit karena masih tergantung pada impor. Belum lagi, sedikitnya variasi bunga anggrek antar penangkar membuat harga jual anggrek tidak terlalu besar.

 

Karena itu, Pemda Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tangerang Selatan memberikan pembekalan kepada pelaku agribisnis anggrek, terutama para petani/penangkar dengan sentuhan inovasi baru sehingga apa yang ditampilkan dan dijual nantinya dapat lebih variatif serta mengikuti perkembangan jaman dan selera konsumen.

 

Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) juga mendukungnya melalui dukungan teknologi baik berupa varietas unggul maupun teknologi mikropropagasi.

 

Pelatihan yang menitikberatkan Teknik Pembesaran dan Pembungaan Anggrek tersebut berlangsung pada 21-25 Juni 2018 di Aula Balai Penyuluhan Pertanian dengan salah seorang narasumber peneliti bioteknologi invitro dari BB Biogen, yaitu Yati Supriati. Acara tersebut dihadiri oleh Set Distan Tangsel, Kasie Pertanian Bidang Pertanian dan Peternakan, dan Ketua KTNA Tangsel.

 

Kurang lebih 50 orang peserta merupakan pehobi, petani/penangkar, dan pedagang anggrek. Para peserta sangat antusias mengikuti acara tersebut. Banyak pertanyaan dilontarkan, seperti oleh Bpk Milin, Mawan, Davi, Cahyo, Bu Dewayanti, juga Pak H. Fahmi (Ketua KTNA). Pak Toto bahkan berminat menjadi penyilang anggrek dan siap berkolaborasi dengan BB Biogen untuk perbanyakan dengan teknik mikropropagasi hibrida hasil silangan tersebut.

 

Peneliti bioteknologi invitro dari BB Biogen,Yati Supriati menyarankan penangkar bunga supaya lebih fokus menggarap anggrek Dendrobium, selain Vanda Douglas yang telah menjadi andalan Tangsel karena sesuai dengan agroklimat.

 

Untuk mewujudkannya, sebaiknya itu digarap bersama-sama, seperti membentuk kampung anggrek. Nilai keunggulannya, tidak hanya terbatas pada penjualan bibit, tanaman, dan bunga anggrek potong, namun juga bisa diperoleh dari agroeduwisata. (gsh)

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162