Loading...

Langkah Memperbaiki Produksi Kedelai

11:02 WIB | Wednesday, 16-November-2016 | Komoditi, Pangan | Penulis : Kontributor

Terkesan tertinggal dari bahan pangan lainnya, kedelai masih menempuh langkah-langkah pendek. Beragam upaya harus diatur dan ditata pemerintah sejak sekarang sehingga ketergantungan kedelai impor bisa dipenuhi di dalam negeri.

 

Data Kementerian Perdagangan, Indonesia setiap tahunnya masih impor sebanyak 2 juta ton. Padahal tahun 1992, Indonesia termasuk negara swasembada kedelai saat mencapai angka produksi 1,8 juta ton. Sayangnya, kini produksi nasional kedelai merosot tajam hingga ke angka 600 ribu ton/tahun dengan kebutuhan sekitar 2,5 juta ton/tahun untuk diserap industri tahu dan tempe.

 

Kementerian Pertanian selama 1,5 tahun terakhir terus berupaya meningkatkan produksi pangan khususnya padi, jagung dan kedelai. Dibandingkan dengan dua bahan pangan lainnya, produksi kedelai cenderung stagnan, baik dari perluasan tanam hingga produktivitas. Baru-baru ini, pemerintah menargetkan perluasan areal mencapai 2,5 juta ha.

 

“Ini lompatan yang sangat jauh sekali, karena selama ini kisaran perluasan areal paling hanya sekitar 500-600 ha. Ini pun terpatok selama 5-6 tahun, tidak bertambah,” kata Profesor Riset Kedelai dari Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), Prof Marwoto.

 

Tata Ruang

 

Menurutnya, pola tata ruang menjadi penting untuk memanfaatkan lahan yang ada. Jika tidak ada pola tata ruang, maka selamanya lahan kedelai akan bersinggungan langsung dengan lahan padi sawah. Karenanya, identifikasi kesesuaian lahan harus dilakukan dalam waktu dekat.

 

“Harus terformat bahwa untuk padi itu sekian, pada musim apa saja. Kemudian setelah padi, jagung di mana saja, kapan saja. Begitu juga dengan kedelai di mana dan kapan saja. Semua harus diatur,” tuturnya. Selama ini, lanjut dia, petani menanam kedelai hanya sebagai penyela waktu tanam setelah menanam padi.

 

Menurutnya, kedelai lebih cocok berada di dataran rendah (ketinggian di bawah 700 dpl). Tanaman ini tidak cocok untuk ditanam di dataran tinggi karena jika dipaksakan maka tanaman kedelai akan berumur panjang (lama panen), produktivitas kurang dan sebagainya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162