Loading...

Lewati El Nino dan La Nina, Produksi Pangan RI Selamat

15:16 WIB | Monday, 23-October-2017 | Pangan, Komoditi | Penulis : Julianto

Kebijakan dan program strategis Kementerian Pertanian dalam tiga tahun terakhir dinilai mampu meningkatkan produksi. Bahkan mampu melewati ancaman El Nino tahun 2015 kemudian diikuti La Nina 2016. Semua itu berkat berbagai program antisipasi dini dan mitigasi.

 

Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prima Gandhi di Jakarta, Senin (23/10) mengatakan, jika lihat dari hasil kajian, maka El Nino 1997 lebih kuat dibandingkan tahun 2015.  Namun BPS mencatat, produksi padi tahun 2015 mencapai 75,4 juta ton gabah kering giling (GKG) naik dibanding tahun 2014 yang hanya 70,9 juta ton GKG.

 

Menurut dia, dampak El Nino 1997 telah mengakibatkan kekeringan lahan sawah seluas 517 ribu ha dengan puso 87 ribu ha dari luas tanam padi 11 juta ha dalam setahun. Akibatnya, Indonesia impor beras tahun 1998 sebesar 7,1 juta ton dan 1999 sebesar 5,0 juta ton untuk memenuhi kebutuhan konsumsi 202 juta penduduk.

 

Namun Gandhi melihat ada yang menarik. Jika tidak ada kebijakan dan program spektakuler meredam dampak El-Nino 2015, maka musibah 1997 terulang, sehingga Indonesia impor berasnya lebih tinggi. “Jika dihitung linier dengan ekstrapolasi, maka jumlah penduduk tahun 2015 sebesar 252 juta jiwa dipastikan Indonesia terpaksa impor 16,6 juta ton beras,” ungkapnya.

 

Menurut dosen Program Studi Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan IPB ini, pencapaian melewati dampak El Nino 2015 tersebut, karena pemerintah telah membuat terobosan menghadapi El Nino 2015. Pertama  pompanisasi besar besaran pada wilayah sungai sungai tersedia air.

 

“Bantuan 23 ribu unit pompa air sangat membantu petani dengan cepat memperoleh air, sehingga tidak ada cerita kekeringan. Karenanya produksi  padi tahun 2015 terjamin," ujarnya.

 

Kedua, membangun sumur dangkal 1.000 unit di NTT, juga di Grobogan dan daerah lainnya. Ketiga, mendistribusikan benih unggul tahan kekeringan. Keempat, menggenjot tanam padi di sebelah utara garis katulistiwa yang tidak terkena El Nino dan di wilayah rawa lebak dan pasang surut potensial saat kering kena El Nino di Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Kelima, Kementan menjalin kerjasama intensif dengan KemenPUPR, hujan buatan dengan BNPB, TNI, dan berbagai pihak. Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162