Loading...

Libur Lebaran, Kementan Tetap Panen-Sergap di Jateng dan Jatim

19:29 WIB | Tuesday, 12-June-2018 | Nusantara | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Walau libur lebaran, Panen dan Sergap Jalan Terus

Libur lebaran memang telah tiba, namun bukan berarti bertani juga berhenti sejenak. Karena itu Kementerian Pertanian (Kementan) tetap melakukan kegiatan panen dan serap gabah (Sergap), salah satunya di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

 

Dengan dipimpin Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan, Sumarjo Gatot Irianto, seluruh jajaran Direktorat Jenderal Tanaman Pangan turun tangan untuk melakukan monitoring untuk menjaga produksi pangan nasional tetap tercukupi selama libur lebaran. Hasilnya, stok gabah di Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim) memang ada dan cukup melimpah.

 

Menurut Gatot, saat ini luas lahan padi yang siap panen di Jatim dan Jateng mencapai 564.326 ha dari luas panen nasional 1,77 juta ha. Dari potensi luasan panen 2 provinsi tersebut bisa menghasilkan 2,9 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara dengan 1.841.102 ton (1,8 juta ton) beras.

 

“Jika dihitung secara nasional maka jumlah GKG pada bulan Juni ini akan diperoleh 9.190.230 ton (9,1 juta ton) GKG setara dengan 5.765.951 ton (5,7 juta ton) Beras,” tambahnya.  Jumlah ini menunjukkan bahwa produksi nasional surplus 3.113.014 juta ton dari kebutuhan beras nasional sebesar 2.652.937 ton beras.

 

Gatot menyebutkan, selain memantau langsung panen, pihaknya menggandeng beberapa pihak seperti Bulog, Mitra Bulog, TNI, Dinas Pertanian Kabupaten untuk terlibat dalam serap gabah petani (Sergap). Hal ini menjadi agenda penting dikarenakan panen gadu Juni-Agustus kali ini kualitas gabahnya sangat baik, kadar airnya rendah, tidak ada serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) sehingga menghasilkan gabah dan beras kualitas premium. “Sergap yang maksimal pada panen gadu ini diharapkan mencapai 1 juta ton guna memenuhi semua gudang bulog di Jatim dan Jateng,” pungkasnya.

 

Berdasarkan data panen dan serapan gabah tersebut, Gatot optimis cadangan beras nasional bukan menjadi masalah lagi. Pasalnya stok cukup dan membuktikan kevalidan data produksi Kementan.

 

Pada kunjungan ini, Gatot juga meminta petani yang sudah panen untuk mengolah tanah langsung sehingga bisa ditanami padi lagi. Hal ini mengingat curah hujan yang masih cukup banyak pada musim tanam kedua ini. “Petani disarankan tidak menunggu lama-lama karena kita berpacu dengan waktu, jika tanam terlalu lama bukan tidak mungkin akan terjadi gagal panen karena menjelang musim kemarau tiba,” ujarnya.

 

Direktur Pengadaan Bulog atau mantan Aster KASAD dan Pangdam Wirabuana, Mayjen TNI Purn Bachtiar sepakat untuk memaksimalkan serapan gabah dan beras pada musim gadu Juni - Juli dan Agustus. Menurutnya, Sergap sangat penting untuk stabilisasi harga dan pasokan pangan nasional.  “Kebijakan Mentan mensinergikan Kementan, TNI dan Bulog serta pemerintah Provinsi dan kabupaten tersebut perlu diapresiasi,” tegasnya. (Tia/gsh)

 

 

 

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162