Loading...

Lumbung Pangan, Melindungi Masyarakat Saat Paceklik

09:40 WIB | Tuesday, 10-November-2015 | Pangan, Komoditi | Penulis : Kontributor

Lumbung pangan sangat bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten Seram bagian Barat, Provinsi Maluku. Pada musim tanam, anggota kelompok dapat memanfaatkan cadangan pangan yang disimpan di lumbung melalui sistem simpan pinjam beras ataupun sagu serta bahan pangan lainnya yang akan dibayarkan kembali ketika musim panen.

 

Di saat musim kemarau seperti sekarang ini, keberadaan lumbung pangan di suatu desa sangat penting peranannya, terutama disaat menghadapi paceklik karena ketersediaan pangan berkurang. Menyadari terjadinya perubahan iklim yang tidak menentu, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian bersama dengan Pemerintah Kabupaten Seram bagian Barat telah mengantisipasi masalah tersebut dengan membangun dan mengembangkan lumbung pangan.

 

Pengembangan lumbung pangan masyarakat di Kabupaten Seram bagian Barat, Maluku dilaksanakan di 4 (empat) kecamatan yakni Seram Barat, Huamual, Kaitaru dan Taniwel, pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara musyawarah bersama-sama anggota yang tergabung dalam kelompok tani. Pada tahun 2014 telah dibentuk 6 (enam) kelompok tani, masing-masing kelompok menerima bantuan sebesar 20 juta pada tahap pengembangan yang digunakan membeli gabah/beras atau bahan pangan pokok spesifik lokasi lainnya.

 

Kegiatan pengembangan lumbung masyarakat ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mengembangkan cadangan pangan masyarakat sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan. Cadangan pangan masyarakat memiliki dua fungsi, yakni fungsi sosial sebagai cadangan pangan yang dapat dimanfaatkan pada saat kondisi darurat seperti bencana alam dan paceklik, serta fungsi ekonomi di mana ketika produksi berlimpah dapat disimpan di lumbung dan pada saat harga sudah normal dapat dijual.

 

Pengembangan cadangan pangan merupakan aspek penting dalam ketahanan pangan yang sangat mendesak untuk dikembangkan, karena merupakan suatu upaya untuk menjaga stabilitas pasokan pangan agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangannya setiap saat. Ada beberapa tahapan kegiatan yang dilaksanakan dalam pengembangan lumbung pangan masyarakat.

 

Pertama, tahapan ini disebut tahap penumbuhan mencakup kegiatan identifikasi kelompok dan lokasi, penetapan kelompok sasaran dan pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan fisik lumbung pangan. Pembangunan fisik lumbung melalui difasilitasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pertanian yang dibangun di atas lahan milik kelompok atau lahan yang sudah dihibahkan kepada kelompok.

 

Kedua, tahap pengembangan mencakup pengadaan bahan pangan untuk pengisian lumbung dan pengembangan kapasitas kelompok.

 

Ketiga, tahap kemandirian mencakup penguatan kelembagaan kelompok dan pemantapan cadangan pangan serta kelembagaan cadangan pangan masyarakat.

 

Sosialisasi kegiatan yang dilakukan oleh Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Kabupaten Seram bagian Barat dilakukan dengan metode diskusi bersama dengan anggota kelompok dengan tujuan memberikan pemahaman kepada kelompok tentang maksud dan tujuan dari kegiatan pengembangan lumbung pangan masyarakat.

 

Melalui SK Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Seram bagian Barat, telah menunjuk 6 (enam) kelompok sasaran bagi kegiatan Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat ini yaitu : Kelompok Wanita Tani Sido Makmur Desa Kawa/Dusun Waitoso, Kelompok Tani Prima Desa Lumoli, Kelompok Tani Tomarala Desa Luhu, Kelompok Wanita Tani Sido Dadi Desa Kawa/Dusun Waitoso, Kelompok Tani Kekar Desa Waipirit serta Kelompok Wanita Tani Ngudi Buko Desa Waimital.

 

Sebagai tindak lanjut di dalam pembinaan kelompok telah dilakukan pelatihan manajemen yang dilaksanakan oleh Badan Ketahanan Pangan Provinsi Maluku. Sedangkan pembinaan, pemantauan, monitoring dan evaluasi terhadap kelompok untuk melihat sejauh mana pemahaman kelompok tentang kegiatan tersebut dilakukan oleh Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Seram bagian Barat melalui dana APBD kabupaten.

 

Hingga tahun 2014, empat kelompok tani di Seram bagian Barat berhasil memasuki tahap kemandirian yaitu KWT Sido Makmur Lumbung Waitoso di tahun 2012, Kelompok Tani Tomarala Lumbung Luhu tahun 2013  serta KWT Sidodadi Lumbung dan Kelompok Tani Kekar di tahun 2014, sehingga memperoleh tambahan alokasi bantuan sosial 20 juta rupiah yang digunakan sebagai penguatan kelembagaan kelompok dalam rangka pengembangan usaha untuk keberlanjutan kelembagaan lumbung pangan.

 

Pemanfaatan bantuan modal kelompok di Seram bagian Barat, digunakan untuk pembelian bahan pangan pokok seperti gabah, beras serta bahan pangan pokok spesifik lokasi dan juga digunakan untuk membeli pohon sagu untuk kemudian diolah menjadi pati sagu, keuntungannya kemudian dibagikan kepada anggota yang bekerja serta disisihkan untuk kas.

 

Keberadaan kegiatan pengembangan lumbung pangan masyarakat bagi daerah-daerah sentra produksi pangan di Kabupaten Seram bagian Barat sangat dirasakan manfaatnya, terutama ketika pada saat paceklik di mana pada saat tersebut sering terjadi kerawanan pangan sehingga pada saat tersebut anggota kelompok dapat memanfaatkan cadangan pangan di lumbung dengan cara meminjam. Sedangkan untuk sagu, pengolahannya dilakukan dengan membuat sagu lempeng di mana hasil penjualannya dibagikan secara merata bagi anggota kelompok aktif.

 

Pengembangan lumbung pangan masyarakat merupakan implementasi dari perundang-undangan tentang pangan yakni UU No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan, di mana pada pasal 5 dijelaskan bahwa cadangan pangan nasional merupakan cadangan pangan pemerintah dan masyarakat, selain itu juga dikatakan bahwa untuk cadangan pangan pemerintah merupakan cadangan pangan pemerintah desa, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi dan pusat. Jadi cadangan pangan merupakan tanggungjawab pemerintah dan masyarakat. (Humas BKP)

 

BERAGAM MANFAAT PENGEMBANGAN LUMBUNG PANGAN MASYARAKAT

 

  1. Meningkatkan volume stok cadangan pangan di kelompok lumbung pangan untuk menjamin akses dan kecukupan pangan bagi anggota, terutama yang mengalami kerawanan pangan;
  1. Meningkatkan kemampuan pengurus dan anggota kelompok dalam pengelolaan cadangan pangan; dan
  1. Meningkatkan fungsi kelembagaan cadangan pangan masyarakat dalam penyediaan pangan secara optimal dan berkelanjutan.

 

Fungsi Lumbung Pangan

 

  1. Sebagai cadangan pangan untuk mengantisipasi kekurangan pangan saat paceklik;
  1. Mencukupi kebutuhan pangan masyarakat sepanjang waktu sehingga mencegah terjadinya kerawanan pangan;
  1. Sebagai tunda jual, di mana ketika produksi berlimpah dapat disimpan di lumbung dan pada saat harga sudah normal dapat dijual. (Humas BKP)

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162