Loading...

Magnet Pasar Cabai dan Bawang Merah di Jabodetabek

10:10 WIB | Thursday, 05-January-2017 | Komoditi, Hortikultura | Penulis : Clara Agustin

Sebagai daerah konsumen terbesar, Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek) merupakan magnet menggiurkan bagi produk pertanian, termasuk cabai dan bawang merah. Karena itu pemerintah membuat fasilitas khusus dalam pemasaran dua komoditi tersebut.

 

Ada dua pasar besar yang menjadi tempat singgah hasil panen petani Pasar Induk Kramat Djati dan Pasar Induk Cibitung. Kedua pasar induk tersebut nantinya memasok ke pasar-pasar kecil di wilayah Jabodetabek.

 

Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian, Spudnik Sudjono mengatakan, untuk cabai, tiap hari Pasar Induk Kramat Djati mendapat kiriman rata-rata sebanyak 88,5 ton. Daerah yang pemasoknya adalah Magelang, Banyuwangi, Malang, Wonosobo, Kulon Progo, Bandung, Sukabumi, Sumedang, dan Garut. Bahkan ada juga cabai yang berasal dari Bali dan Sulawesi Selatan.

 

Sedangkan untuk Pasar Induk Cibitung sebanyak 88 ton/hari. Pemasoknya, petani dari Magelang, Banyuwangi, Wonososbo, Kulon Progo, Bandung, Sumedang, Garut, Ciamis, Sulsel, dan Bali.

 

Sedangkan bawang merah, ungkapnya, pasar terbesarnya yakni Pasar Induk Kramat Djati, Pasar Induk Tanah Tinggi, dan Pasar Induk Cibitung. Pasar Induk Kramat Djati disupplai rata-rata 120 ton/hari dari Brebes 62%, Cirebon 30%, dan Kendal 8%. Pasar Induk Tanah Tinggi 60 ton/hari dipasok dari Brebes 90%, Cirebon, Garut, Bima, dan Padang 10%. Pasar Induk Cibitung 160 ton/hari dipasok dari Brebes 85%, Banyuwangi, Mataram, dan Madura 15%.

 

Dilihat dari grafik pasokan dan harga di pasar besar Jabodetabek tersebut menurut Spudnik, ternyata harga tidak dipengaruhi pasokan. Ketika pasokan tinggi, harga tak kunjung turun. “Ini menandakan bahwa yang menentukan harga adalah tangan kedua, bukan pasokan,” katanya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162