Loading...

Makan Pangan Lokal, Stamina Tubuh Lebih Terjaga

12:08 WIB | Saturday, 11-August-2018 | Tips & Santai | Penulis : Kontributor

Aneka pangan lokal ternyata bisa menjaga stamina lebih baik daripada pangan impor (dok. Mewalik)

Pola hidup sehat juga dipengaruhi dengan asupan makanan yang baik. Makanan yang baik mampu meningkatkan stamina tubuh dan potensi diri. Uniknya, dengan memakan pangan lokal ternyata stamina tubuh bisa lebih terjaga dibandingkan pangan impor.

 

Untuk membuktikannya, Dirjen Hortikultura, Suwandi bersama Anggota Komisi IV DPR RI Endang Sukarti dan  Fadholi, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Yuni Astuti, Extragen Pupuk Organik Ati Chandra; dan Dirut Taman Wisata Candi, Edi Setijono sarapan bersama dengan aneka pangan lokal kemudian menantang diri naik tangga hingga puncak Candi Borobudur di Magelang.

 

"Bukti pemanfaatan pangan lokal seperti kopi, kedelai, kentang dan lainnya bisa berdampak pada stamina wisatawan," tuturnya.

 

Tak hanya menantang diri, Suwandi mengatakan hal ini bentuk belajar dan napak tilas jejak nenek moyang jaman dulu dalam berbagai aktivitas salah satunya memproduksi pangan lokal sebagai sumber energi tubuh.

 

"Ini adalah latihan menggunakan pangan lokal bersama teman - teman Dinas Pertanian bagaimana memanfaatkan pangan lokal kedelai, kopi, dan lainnya yang berdampak ke wisatawan. Diharapkan naik turun tangga tidak lelah," jelas Suwandi.

 

Anggota Komisi IV DPR RI Endang Sukarti mendorong pentingnya mengkonsumsi pangan lokal. Salah satunya saat mengunjungi Griya Greats di kawasan Candi Borobudur.

 

"Ini adalah pangan yang bebas dari produk kimia, ini bagus. Makanan organik ini kandungannya tidak kalah dengan makanan yang diendapkan lama. Ini bagus buat tubuh, tidak terkontaminasi bahan kimia. Buah impor itu bisa lama, mungkin pakai pengawet, tapi kalau pangan lokal tidak pakai pengawet.

 

Mendukung keuggulan pangan lokal, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Yuni Astuti dengan tegas menyampaikan pentingnya mengonsumsi pangan asli Indonesia.

 

"Saya tekankan pangan lokal karena pangan lokal memiliki potensi yang luar biasa.  Buah impor dan lokal rasanya saja lebih enak. Pangan lokal jelas cita rasa dan asal usulnya, tanpa treatment. Unsurnya lebih fresh dibanding impor.  Ayo kita sukai pangan lokal kita", jelasnya.

 

Kementerian Pertanian selama ini pun berupaya menjaga dan meningkatkan kualitas pangan Indonesia selain dari sisi kuantitas produksi.

 

Ditambah Positif Thinking

 

Praktisi kesehatan, dr. Hanson membenarkan bahwa pangan lokal dapat meningkatkan stamina tubuh. Dokter yang memiliki ketertarikan terhadap pangan lokal ini  menjelaskan bahwa pangan lokal dapat mengembalikan stamina tubuh seperti stamina nenek moyang dan menampilkan inner beauty.

 

Tetapi, pemanfaatan pangan lokal yang baik perlu didorong cara berpikir positif. Dimulai dengan keikhlasan, menghargai hidup, bersyukur, saling berbagi, hingga mencapai bahagia bersama.

 

Lebih lanjut dirinya melakukan uji terhadap peserta yang hadir di Candi Borobudur.  Hal unik yang disampaikan, ternyata tubuh kita sebenarnya mampu memilih sendiri makanan yang baik untuk di konsumsi yang dibuktikan melalui metode Kinesiology.

 

Kinesiology adalah teknik untuk melihat kemampuan tubuh melalui respon otot. Dengan metode ini,  tubuh mampu memilih makanan yang cocok dan baik melalui respon otot. Hal ini langsung di contohkan di dalam kegiatan tersebut. Dicontohkan,  peserta diminta untuk memegang beberapa foto sumber makanan yang ada kemudian dilihat bagaimana respon tubuhnya. Uniknya, jika memegang foto atau gambar sumber makanan lokal,  kondisi otot berada dalam keadaan optimum atau menjadi kuat, tetapi sebaliknya pada sumber makanan yang berasal luar, kondisi otot menjadi melemah.

 

"Kita akan buktikan pangan lokal bisa membuat tubuh  berpotensi kuat seperti nenek moyang dulu. Kita bisa naik turun tangga Candi Borobudur tanpa lelah, wajahnya malah tersenyum" jelas dr. Hanson.

 

Dijelaskan bahwa secara ilmiah tubuh memiliki kecerdasan tubuh untuk mengenal makanan yang baik. Mengonsumsi makanan yang baik juga perlu ditunjang dengan olah dan sikap tubuh yang baik. Ini dikenal dengan Langkah Hanara (Happy, Natural, Radiant).

 

Ilmu ini digunakan praktisi kesehatan di seluruh dunia untuk menemukan hal ideal bagi kesehatan tubuh melalui tes otot. Prinsipnya sederhana. Respon uji kinesiologi pada setiap input positif akan menguat. Bila tidak, terjadi sebaliknya. Secara sederhana disebutkan bahwa tubuh tidak pernah berbohong (your body never lies).

 

Sumbatan acapkali terjadi akibat stress, polusi, dan pola hidup yang kurang baik. Stress, perasaan serta pikiran negatif, prasangka buruk, amarah, sangat buruk dampaknya pada meridien. Kecemasan beberapa detik saja dapat menyebabkan sumbatan di berbagai tempat dapat melemah apabila seseorang kurang istirahat.

 

Hal dibuktikan dalam beberapa sesi latihan kemarin yang melibatkan beberapa pegawai. Dicontohkan bahwa input perkataan buruk antar sesama dapat melemahkan anggota tubuh. Hal sebaliknya justru dapat menguatkan tubuh, meningkatkan kepercayaan diri serta membuat tubuh jauh lebih energik.

 

Para peserta diajak untuk melakukan beberapa gerakan olah tubuh dalam beberapa sesi. Bila secara umum gerakan -gerakan tersebut dapat menyebabkan rasa letih dan lemah, hal ini tidak terjadi. Peserta tampak puas dan dapat merasakan dampak positif.

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162