Loading...

Mekanisasi Bikin Panen Padi di Suak Tapeh, Banyuasin, Lebih Efisien

17:21 WIB | Wednesday, 03-January-2018 | Nusantara | Penulis : Kontributor

 

 

Penggunaan mekanisasi pertanian membuat kegiatan usaha tani menjadi lebih efisien. termasuk panen padi di Kecamatan Suak Tapeh Banyuasin, telah berlangsung sejak akhir Desember 2017 lalu.

 

Berdasarkan laporan Koordinator Lapangan Kecamatan Suak Tapeh, Muchtaridi lokasi panen pada Selasa (2/1) berada di Gapoktan Suak Tapeh Jaya Desa Lubuk Lancang, dengan luas panen 43 ha dari potensi panen seluas 876 ha.

 

Muchtaridi mengatakan, total luas sawah di Kecamatan Suak Tapeh seluas 1.068 ha. Varietas yang dipanen adalah Ciliwung dengan rata-rata hasil panen mengunakan combine harvester mencapai 5 ton/ha gabah kering panen (GKP). “Panen padi dengan menggunakan combine harvester lebih cepat dan lebih efisien dalam hal waktu, tenaga kerja serta menekan kehilangan hasil,” katanya.

 

Muchtaridi mengakui, pada musim panen ini keberadaan hama tikus masih menjadi ancaman pada sawah petani yang siap panen. Ditambah lagi intensitas curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir menyebabkan sawah tergenang air cukup tinggi. Kondisi tersebut mengharuskan petani berpacu dengan waktu untuk menentukan waktu panen yang tepat.

 

“Bila air surut, kita  langsung turunkan combine harvester untuk memanen padi. Kalau dilakukan secara konvensional sulit kita memanen dalam skala luas dengan waktu yang singkat. Tapi dengan menggunakan combine havester panen sawah seluas 1 ha hanya membutuhkan waktu 5 jam,” tuturnya.

 

Pada laporan tertulisnya, Prof. Dr. Risfaheri sebagai Penjab Upsus Banyuasin, mengatakan, penerapan mekanisasi di lahan pasang surut menjadi suatu keharusan mulai dari mengolah tanah, menanam sampai dengan panen. Selain lahan yang dimiliki petani relatif luas 2-6 ha/KK, tenaga kerja terbatas dan mahal disana.

 

Menurut Risfaheri, perubahan cuaca dan kondisi pasang surut mengharuskan petani harus dapat mengantisipasinya, baik ketika mau menanam maupun pada saat panen. “Pada saat sawah tergenang dan pasang, kita tidak mungkin menurunkan alsintan ke sawah. Kementerian Pertanian telah memberikan bantuan sarana prasarana alsintan yang cukup memadai, pembuatan tanggul dan perbaikan tata air di lahan pasang surut, sehinga kendala kendala tersebut dapat diatasi,” ujarnya. Mukhlis/Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162