Loading...

Memadukan Perkebunan dan Wisata di Pulau Dewata

14:34 WIB | Monday, 13-November-2017 | Nusantara | Penulis : Indarto

Sudah saatnya petani dan stakeholder perkebunan  melakukan perbaikan komoditas perkebunan agar bernilai tambah. Petani atau pekebun di Bali, misalnya, sesuai kondisi geografisnya bisa mendapatkan nilai tambah dengan memadukan pembangunan perkebunan dan wisata.

 

“Petani atau pekebun bisa juga membangun industri kecil pengolahan hasil perkebunan di sentra-sentra perkebunan secara terpadu. Dengan cara ini pekebun akan mendapat nilai tambah,” kata Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), Bambang saat membuka Rapat Koordinasi dan Konsultasi Pembangunan Perkebunan di Provinsi Bali, beberapa waktu lalu.

 

Selain mendorong peningkatan produksi, Bambang berharap, pekebun bisa meningkatkan mutu hasil supaya bisa bersaing di pasar. Untuk itu, Ditjen Perkebunan Kementan menggagas terbentuknya desa kakao fermentasi di Provinsi Bali.  “Kalau kakaonya sudah difermentasi maka harga jualnya bisa tinggi. Dari yang semula hanya Rp 22 ribu/kg , setelah difermentasi harganya bisa mencapai Rp 58 ribu/kg," katanya.

Bambang mengatakan, untuk mendukung pelaksanaan pembangunan perkebunan, pemerintah akan melakukan beberapa kegiatan. Diantaranya. menyatukan pekebun di desa-desa untuk mengembangkan Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) Sejahtera. Melalui LEM Sejahtera inilah pekebun bisa menjual produknya secara bersama, sehingga kapasitasnya akan besar dan harga komoditasnya tinggi.

 

Dalam kesempatan tersebut Bambang juga menyampaikan, rapat koordinasi dan konsultasi pembangunan perkebunan di Provinsi Bali dilaksanakan untuk menyamakan persepsi dan mensinergikan langkah pekebun, pemerintah, dan stakeholder untuk membangun perkebunan.

 

Dalam rapat tersebut juga dilakukan penyerahan penghargaan dari Ditjen Perkebunan kepada Gubernur Bali yang diwakili Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana atas komitmen membangun agrowisata perkebunan, meningatkan mutu kakao dan kopi arabika di Pulau Dewata tersebut.

 

Penghargaan juga diberikan kepada Bupati Tabanan, Bupati jembrana atas keberhasilan meningkatkan mutu kakao fermentasi di wilayahnya masing-maisng. Sedangkan Bupati Bangli diberikan penghargaan atas keberhasilan membangun agrowisata perkebunan di Kecamatan Kintamani. Idt

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162