Loading...

Membangun Wilayah Perbatasan Jadi Lumbung Pangan

14:36 WIB | Thursday, 22-September-2016 | Komoditi, Pangan | Penulis : Clara Agustin

Pemerintah kini mulai menyasar wilayah-wilayah perbatasan, termasuk pulau-pulau kecil terluar untuk menghasilkan produk pangan. Salah satu program yang didorong adalah pencetakan sawah.

 

Contohnya saat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Dalam kunjungan kerjanya ke Kepulauan Riau (Kepri), Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman melakukan penyemaian padi perdana di lahan cetak sawah seluas 100 hektar (ha) di Desa Bukit Langkap, Kabupaten Lingga.

 

Di kabupaten tersebut ternyata banyak potensi yang masih dapat digali, terutama bidang pertanian. Bahkan Amran meminta, Kepri harus menjadi lumbung pangan organik yang memproduksi beras, sayur dan buah-buahan organik untuk ekspor, sehingga memberikan nilai tambah petani. “Kepri harus menjadi lumbung pangan organik. Kepri adalah pintu gerbang menghadapi negara tetangga dan bagian terdepan kita,” kata Amran.

 

Pengembangan pertanian di wilayah perbatasan tersebut sesuai arahan Presiden Joko Widodo bahwa pembangunan harus dimulai daerah pinggir, yakni daerah perbatasan. Dengan arahan itu Kementerian Pertanian mencanangkan Program Membangun Lumbung Pangan di Wilayah Perbatasan saat Rakor Pangan Kabupaten/Kota Perbatasan 2016 di Jakarta, Jumat (16/9).

 

Pencanangan tersebut ditandai penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Pertanian, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, TNI AD dan Asosiasi Pemerintah Kabupaten. “Wilayah perbatasan kita dorong untuk mampu swasembada padi, jagung, cabai, bawang merah dan komoditas lainnya tergantung dari potensi di wilayahnya,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

 

Amran menilai, potensi pengembangan pertanian di wilayah perbatasan terbuka lebar. Misalnya Amran mencontohkan saat ke Kepulauan Riau (Kepri), tepatnya di Kabupaten Lingga, beras yang dikonsumsi masyarakat di sana berasal dari Sulawesi Selatan (Sulsel). Karena jarak antara Kepri-Sulsel sangat jauh, tak heran harga beras sangat tinggi.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162