Loading...

Membangunkan Lahan Tidur di Tanah Borneo

13:45 WIB | Wednesday, 21-December-2016 | Sarana & Prasarana, Non Komoditi | Penulis : Julianto

Luas Tambah Tanam (LTT) menjadi fokus pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian untuk mendorong peningkatan produksi pangan. Salah satu kegiatan untuk menambah luas tanam tersebut dengan membangunkan lahan tidur. Diperkirakan lahan tidur yang ada di Indonesia sekitar 14 juta hektar (ha).

 

Saat Rapat Koordinasi Pangan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengevaluasi program dan memantapkan program peningkatan produksi pangan. Evaluasi tersebut untuk menyempurnakan strategi peningkatan swasembada pangan dan kesejahteraan petani. Dalam rapat koordinasi tersebut dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kesanggupan peningkatan LTT antara Kementerian Pertanian, dinas pertanian dan TNI.

 

Amran mengatakan, untuk mewujudkan swasembada pangan salah satunya melalui luas tambah tanam dengan membangunkan lahan tidur, sehingga dapat ditanami komoditas pangan strategis. “Lahan tidur nasional mencapai 14 juta ha. Potensi ini harus dimanfaatkan sehingga kita dapat mengekspor pangan,” katanya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Danrem 101/Antasari, Januar Adil menegaskan, pihak TNI-AD sanggup untuk meningkatkan LTT. Upaya yang dilakukan yakni dengan menugaskan ke seluruh Dandim agar setiap hari turun ke lapangan sehingga laporan LTT setiap harinya tercatat. “Dandim-Dandim setiap harinya harus melaporkan LTT. LTT di Kalimantan Selatan sampai kini sudah mencapai 40-50%. Ini kita genjot sampai sesuai target,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan, Faturahman mengatakan, dengan Program Upaya Khusus peningkatan swasembada pangan kinerja sektor pangan Kalimantan Selantan 2016 mengalami kemajuan. Terlihat dari produksi padi naik 9,63%, kedelai naik 113%, dan jagung naik 51,3%.

 

Sedangkan produksi padi sampai Agustus 2016 sebesar 1,5 juta ton. Sampai Desember 2016 diperkirakan mencapai 2,5 juta ton gabah kering giling (GKG). “Dengan produksi ini kita mampu menjaga stok beras lebih 2 kali lipat dari kebutuhan,” ujarnya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Ahmad Soim

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162