Loading...

Mendongkel Pamor Tembakau Virginia

05:08 WIB | Tuesday, 30-June-2015 | Sorotan | Penulis : Ahmad Soim

Tapi di sisi lain, justru cukai dari produk rokok menjadi salah satu pengisi terbesar kantong anggaran pemerintah. Target perolehan cukai rokok tahun 2015 sebanyak Rp 140 triliun atau 10% dari pendapatan negara dari pajak. Angka tersebut naik dari tahun ke tahun. Pada tahun 2014 hanya Rp 112 triliun, tahun 2013 Rp 103,6 triliun dan tahun 2012 sebesar Rp 90,5 triliun.

Nilai ekspor tembakau dan produk tembakau olahan Indonesia juga terus beranjak. Pada tahun 2011 nilai ekspor mencapai 710,1 juta dolar AS, tahun 2012 sebesar 794,2 juta dolar AS dan tahun 2013 sekitar 931,4 juta dolar AS. Dengan jumlah tersebut, Indonesia merupakan negara produsen produk tembakau terbesar kedua di dunia setelah Uni Eropa dengan peningkatan ekspor mencapai 56% (tahun 2009-2013).

Industri rokok juga menjadi penyerap tenaga kerja cukup besar. Data Kementerian Perindustrian menyebutkan, jumlahnya men­capai 6,1 juta orang. Terdiri dari 2 juta orang petani tembakau, 1,5 juta petani cengkeh, 600 ribu pekerja pabrik, 1 juta pengecer atau pedagang rokok dan 1 juta orang tenaga kerja percetakan, termasuk periklanan.

Koordinator Media Center AMTI (Aliansi Masyarakat Tem­bakau Indonesia), Hananto Wi­bisono mengatakan, tanaman tembakau masih menjadi salah satu komoditas unggulan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dibanding komoditas pertanian lainnya, terutama pada musim kemarau.

Data Badan Pusat Statistik (BPS), luas areal tembakau tahun 2010 mencapai 212 ribu ha dengan produksi sekitar 106 ribu ton. Tahun 2011 luas lahan naik menjadi 225 ribu ha dengan produksi 157 ribu ton. Lalu, tahun 2012 dengan luas sekitar 267 ribu ha dengan produksi sekitar 186,9 ribu ton, dan tahun 2013 dengan luas sekitar 267 ribu ha dengan produksi sekitar 186,7 ribu ton.

Dengan potensi komoditi yang sangat besar tersebut, AMTI berharap dukungan dan keberpihakan pemerintah men­jaga keberlangsungan industri tembakau. Apalagi industri ber­bahan baku tembakau masih menjadi tumpuan mata pencaharian jutaan rakyat Indonesia. 

“Kami berharap pemerintah juga menjaga kelestarian industri hasil tembakau, terwujudnya tata niaga tembakau yang berkeadilan bagi petani, adanya regulasi yang adil dan berimbang, serta cara pandang yang obyektif pada sektor tembakau,” tuturnya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Ahmad Soim

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162