Loading...

Mengatasi Serangan Hama Belalang

09:40 WIB | Thursday, 24-August-2017 | Teknologi, Klinik Teknologi | Penulis : Ika Rahayu

Pertanyaan :

 

Belum lama ini saya menyaksikan tayangan di televisi tentang serangan hama belalang di sawah serta sarana umum lainnya di kawasan Sumba Timur NTT. Saya sampai merinding melihat tayangan itu ternyata di samping merusak pertanaman padi, kawanan belalang sampai bisa mengganggu jadwal keberangkatan pesawat terbang.

 

Yang ingin saya tanyakan kepada Sinar Tani, jenis belalang apa saja yang biasa menyerang pertanaman padi? Bagaimana cara mengatasi atau mengendalikan serangan hama belalang di persawahan? Atas jawaban yang diberikan saya ucapkan terima kasih.

 

Tuti Budiharti, Bekasi Jawa Barat

 

 

 

Jawaban :

 

Belalang sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi kita karena hewan serangga yang satu ini sering terlihat hinggap di pohon-pohon di sekitar rumah kita. Namun harus berhati-hati, karena belalang jenis tertentu jika sudah dalam populasi besar bisa menjadi hama yang berpotensi merusak pertanaman padi bahkan bisa mengganggu kegiatan masyarakat seperti yang terjadi di NTT pada bulan Mei-Juni lalu.

 

Ada beberapa jenis belalang yang kerap menjadi hama bagi pertanaman padi, belalang Kembara antara lain, dilaporkan pernah menyerang secara eksplosif pertanaman di Pulau Sumba, Provinsi Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara dan Provinsi Gorontalo.

 

Menurut informasi yang diperoleh dari Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Jatisari, belalang kembara (Locusta migratoria manilensis) bila beroperasi pada malam hari biasanya memakan habis pertanaman padi. Tanaman yang paling disukainya adalah dari kelompok Graminae seperti tanaman padi, jagung, sorgum dan jenis rumput-rumputan. Sedangkan tanaman yang tidak disukai antara lain tanaman kacang hijau, kedelai, kacang panjang, ubi kayu, tomat, ubi jalar dan tanaman kapas.

 

Hama belalang kembara betina biasa meletakkan telurnya dalam bentuk paket telur di dalam tanah. Seekor betina mampu menghasilkan hingga 270 butir telur. Siklus hidupnya rata-rata 76 hari meliputi stadia telur (17 hari) dan stadia nimfa (38 hari) dan stadia praoviposisi (21 hari).

 

Jenis belalang lain yang juga gemar memakan tamanan padi, jagung dan tanaman dari famili graminae lain yakni Nomadacris succinct. Belalang ini tubuhnya lebih besar dari belalang kembara dan pernah di tahun 1980 an meningkat populasinya dan menyerang tanaman jagung di Kabupaten Belu NTT.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162