Loading...

Menggunakan Konsep Hemat Air Sesungguhnya

17:55 WIB | Tuesday, 26-January-2016 | Teknologi, Iptek | Penulis : Kontributor

Sumberdaya air yang semakin langka mendorong masyarakat dunia mencari cara-cara menghemat air irigasi pertanian. Ada banyak temuan dan kemajuan. Tetapi dalam konteks skala ruang lebih luas, apakah semua adopsi teknologi hemat air irigasi itu merupakan penghematan air yang sesungguhnya?  Atau ada yang sebaliknya?

 

Topik ini menjadi bahasan oleh dua ilmuwan dalam artikel yang dimuat oleh majalah Rice Today edisi Nopember 2015.  Mereka, Dr. Sudir Yadav  dan Dr. Elizabeth Humphreys yang  mantan ilmuwan senior pada Kelompok Ilmu Air Divisi Ilmu-ilmu Tanaman dan Lingkungan IRRI menyatakan meningkatnya  kelangkaan air menimbulkan keprihatinan tentang keberlanjutan sistem produksi padi di berbagai kawasan Asia.  Termasuk kemampuan meningkatkan produksi untuk memberi makan penduduk yang bertambah.  Apalagi padi menggunakan  air irigasi 2-10 kali jumlah yang digunakan untuk tanaman lain.

 

Kelangkaan air pertanian meningkat oleh berbagai hal di berbagai lokasi. Mulai dari menurunnya permukaan air tanah, pendangkalan waduk, polusi kimia, salinisasi, buruknya manajemen sistem irigasi, persaingan kebutuhan  air dengan sektor lain. Diakui bahwa dalam dua dekade terakhir ada kemajuan dalam pengembangan teknologi penghematan penggunaan air irigasi dalam sistem pertanian padi tanpa mengurangi  hasil. Di antaranya adalah perataan tanah dengan bantuan laser, transplantasi tanpa olah tanah, penanaman benih dalam kondisi kering dan manajemen pengairan selang-seling (alternate wetting and drying/AWD). Pengurangan penggunaan air irigasi ada yang bisa sampai 50%.

 

Bagi kebanyakan orang, pengurangan asupan air irigasi pada lahan pertanaman merupakan penghematan air. Namun, menurut kedua pakar tersebut, dilihat dalam lingkup gambaran yang lebih besar, atau  lingkungan  lebih luas, ‘penghematan air sesungguhnya’ belum tentu terjadi.

 

Penghematan Sesungguhnya

 

Pemahaman tentang  ‘penghematan air sesungguhnya’ (real water saving) diawali dengan pemahaman tentang sumber dan pembenaman/penghilangan (sources and sinks) air (konsep Keller dkk, 1996). Sumber air yang utama ialah hujan, pengendapan masa lampau (salju, es), penyimpanan di permukaan tanah (sungai, waduk, kanal, danau, kolam), penyimpanan dalam tanah (air dalam lapisan tanah/aquifer), pengalihan air dari lembah sungai dan desalinasi air laut. Sedangkan pembenaman/penghilangan air (sinks) meliputi atmosfir, lautan (oceans), laut di daratan (seas), aquifer asin dan air terpolusi sehingga tidak dapat digunakan untuk pertanian.

 

Bila air ditarik dari sumber untuk irigasi tanaman. sebagian akan hilang terbenam ke atmosfir melalui transpirasi tanaman dan penguapan (evaporasi) dari tanah atau air di permukaan tanah.  Sisanya, yang  mengalir ke penyimpanan di atas atau bawah permukaan tanah,  bisa menjadi sumber air atau  terbenam/hilang bergantung pada kondisinya.

 

Air dapat dikatakan hilang dari sumber bila menjadi terbenam. Sehingga penghematan air yang “sesungguhnya” terjadi bila aliran air ke pembenaman berkurang.

 

Teknologi yang mengurangi asupan air irigasi umumnya mengurangi pengaliran air ke air tanah dan air lolos (runoff) tetapi kecil efeknya pada transpirasi dan evaporasi. Dalam lingkup ruang yang lebih luas, pengurangan air irigasi demikian belum tentu berarti suatu penghematan air dan meningkatnya produktivitas air. Karena dalam kebanyakan situasi, drainase dan kelolosan air bukan merupakan kehilangan air dari lembah sungai karena air tersebut tertangkap dan digunakan kembali di tempat lain.

 

Contohnya, bila air irigasi diambil dari air tak terbatas dalam lapisan tanah (unconfined aquifer) seperti aquifer paling atas, pengurangan air irigasi seperti AWD akan mengurangi banyak pengaliran air ke air tanah. Yang dikurangi adalah jumlah air yang dipompa dari aquifer dan jumlah air yang kembali ke aquifer.  Dalam hal ini dinilai bahwa tidak ada penghematan air dalam arti luas.

 

Lain halnya jika  aquifer atas itu asin. Air yang kembali  masuk tanah akan bercampur dengan air asin sehingga tidak dapat digunakan kembali, alias termasuk hilang.  Maka bila dalam kasus seperti ini dilakukan  pengurangan air irigasi seperti AWD, maka air yang  masuk kembali ke tanah dan ikut menjadi asin dan tak tergunakan lagi akan berkurang pula. Maka di sini, penghematan air irigasi juga berarti hemat air sesungguhnya. Contohnya di Tiongkok, teknologi hemat air irigasi  diadopsi pada lokasi  karena  air irigasi yang lolos dan merembes dari lokasi itu  mengalir ke danau yang mengalami polusi logam-logam  berat dan sumber air lainnya yang airnya tidak cocok digunakan untuk irigasi tanaman.  Air lolos atau merembes ke danau dan sumber tak bagus berkurang, artinya terjadi  hemat air sungguhan.

 

Dalam banyak situasi, air drainase dan yang lolos dapat digunakan kembali sebagai air irigasi. Dalam hal ini, cara satu-satunya untuk mencapai hemat air sesungguhnya  adalah mengurangi transpirasi dan evaporasi. Namun, tanaman harus bertranspirasi (berkeringat) agar  memberi hasil. Semakin banyak transpirasi, semakin besar hasil yang diperoleh. Menurunkan evaporasi juga menimbulkan masalah karena iklim mikro lahan menjadi lebih kering sehingga transpirasi akan meningkat. Penggunaan mulsa untuk mengurangi evaporasi masih perlu didalami.

 

Fokus Kepentingan

 

Kedua ilmuwan menekankan perlunya mempertimbangkan aliran air dalam skala luas daripada hanya terfokus pada kepentingan petani secara individual.  Adopsi teknologi hemat air irigasi, sesuai kondisi setempat,  bisa menghasilkan hemat air sungguhan, tetapi bisa justru meningkatkan kehilangan air walaupun hasil tanaman meningkat.

 

Diutarakan bahwa masih sedikit yang diketahui tentang apakah adopsi  irigasi hemat air menghasilkan hemat air sesungguhnya karena studi mengenai hal tersebut masih sedikit. Para pengambil kebijakan dan keputusan dalam manajemen air pertanian dianjurkan menggunakan konsep hemat air sesungguhnya dalam perencanaan, pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi dan sumberdaya air lembah sungai. Olson PS

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162