Loading...

Mengoptimalkan Peran Balai Pelatihan Pertanian

15:02 WIB | Friday, 14-February-2014 | Nasional | Penulis : Ika Rahayu

Institusi Balai Pelatihan Pertanian sangat besar kontribusinya dalam menciptakan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia (SDM) pertanian di tanah air. Untuk dapat lebih mengoptimalkan perannya, maka lembaga milik pemerintah ini harus terus berbenah diri agar mampu berkembang secara mandiri.

 

Dalam pengarahannya sebelum meresmikan sejumlah sarana dan prasarana Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, di Lawang, Malang, Jawa Timur, pekan lalu (2/2), Menteri Pertanian Suswono mengemukakan bahwa peran balai pelatihan pertanian sangat penting karena merupakan sarana untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan kerja/usaha aparatur maupun non aparatur di bidang pertanian.

 

Untuk dapat melaksanakan perannya secara optimal maka balai pelatihan pertanian harus bisa melaksanakan proses kediklatan secara utuh mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, bimbingan lanjutan sampai pada evaluasi kegiatan pelatihan.

 

Terdapat tiga aspek, yang menurut Mentan perlu mendapat perhatian untuk dapat mendukung tercapainya keberhasilan pelaksanaan kegiatan kediklatan yaitu SDM, sarana dan prasarana serta sistem kediklatan.

 

“Peresmian gedung asrama, kelas dan ruang kebugaran di BBPP Ketindan ini merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah untuk melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan,” tegas Mentan yang pada kesempatan itu didampingi Kepala Badan Pengembangan Penyuluhan dan SDM Pertanian (BPPSDMP), Winny Dian Wibawa, Sekretaris BPPSDMP, Momon Rusmono dan Kepala BBPP Ketindan, Adang Warya.

 

 

 

Target Menjadi BLU

 

Namun Suswono berharap adanya dukungan sarana oleh pemerintah tidak lantas menjadikan pengelola balai terlena dan berhenti berkreasi. Dalam kondisi ketersediaan dana APBN yang semakin terbatas hendaknya pimpinan dan staf pengelola balai pelatihan jangan hanya berharap dari dukungan dana APBN.

 

“Optimalkan segenap potensi yang dimiliki. Jangan sampai SDM dan sarana prasarana yang dimiliki menganggur tak termanfaatkan,” tutur Mentan, seraya berpesan agar balai pelatihan pertanian mengembangkan program-program yang tidak mengandalkan pada dana APBN.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Julianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162