Loading...

Mentan : Alsin Bergerak, Lahannya Bangun dan Kesejahteraan Meningkat

20:11 WIB | Thursday, 24-May-2018 | Sarana & Prasarana | Penulis : Gesha

Optimalisasi alsintan bisa meningkatkan kesejahteraan

Melengkapi perjalanannya ke Jawa Timur, Menteri Pertanian Amran Sulaiman meninjau optimalisasi alsintan di Lumajang. Dirinya pun kembali menegaskan pentingnya Alsintan untuk bergerak demi kesejahteraan yang meningkat. 

 

 

Bulan Ramadhan tahun 2018, kegiatan Menteri Pertanian tidak kendor sedikit pun. Mendekati musim kemarau yang di depan mata, Amran Sulaiman meninjau kesiapan dan optimalisasi alsintan yang telah digulirkan pemerintah sebelumnya. 

 

Mengawali minggu di Bondowoso dan Jember, Amran Sulaiman mengakhiri pantauannya di Jawa Timur dengan mengunjungi Kabupaten Lumajang. Dirinya kembali mengingatkan Alsintan yang diberikan tidak boleh menganggur. 

 

"Jangan biarkan lahan tidur. Jangan biarkan matahari bersinar sia-sia. Kalau alat mesin pertanian bergerak, lahannya pasti bangun, petaninya pasti bekerja. Akan ada perekonomian yang juga bergerak. Kesejahteraan meningkat," kata Amran setelah meninjau Alsintan dii Desa Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Kamis (24/5).

 

Amran menuturkan Pemerintah berikan Alsintan dengan tujuan agar lahan yang dimiliki atau digarap petani bisa optimal. "Dulu panen 1 kali tanam 1 kali, sekarang bisa 3 kali. Dulu 25 hari olah pakai kerbau baru tanam 25 hari. Kalau pakai alat cukup 3 jam," jelasnya. 

 

Untuk memastikan optimalisasi penggunaannya, Kementan telah mengevaluasi dan memastikan tidak ada yang menganggur dengan memindahtangankan sebanyak 1.500 Alsintan ke lahan yg lebih produktif.

 

"Tujuan kami turun adalah untuk optimalkan Alsintan. Tujuannya adalah agar biaya produsi lebih ringan, mempercepat tanam, dan meminimalisir losses," tuturnya

 

Amran juga berpesan kepada Babinsa untuk tidak boleh ada traktor tidur di daerah binaannya. Harus ada pengecekan kembali, jangan ragu untuk memindahkan jika tidak produktif. "Tidak boleh ada yang main-main dengan alat milik rakyat, apalagi sampai bayar-bayar," tambahnya.

 

Masih rendah

Ketua STPP Malang yang menjadi Penanggungjawab Optimalisasi Alsintan Provinsi Jawa Timur, Surachman Suwardi menuturkan optimalisasi alsintan di Lumajang sudah bagus namun masih perlu dioptimalkan. 

 

Surachman mencontohkan alsintan trantor roda dua dari target 2205 ha, sudah berhasil sekitar 2500 ha atau mencapai 125 persen optimalisasinya. "Traktor roda empat masih harus dioptimalkan, combine harvester juga dan pompa air juga masih harus dioptimalkan," jelasnya.

 

Ada banyak faktor yang menjadikan belum maksimalnya penggunaan alsintan di Lumajang, mulai dari kurangnya operator, rendahnya upaya untuk memelihara alat, hingga rendahnya kemampuan memodifikasi alat. 

 

Surachman menyoroti juga upaya merelokasi alsintan agar bisa digunakan merata di seluruh areal sawah. "Karakter tanah sawah di Lumajang itu menghampar dan cocok untuk menggunakan alsintan yang sudah ada," tuturnya.

 

Kaitannya dengan brigade Alsintan, Surachman mengharapkan jika pasukan serupa bisa tumbuh di kecamatan.  "Lebih bagus untuk bisa terbentuk UPJA dan inilah yang harus kita kembangkan. UPJA tersebut harus bisa menjadi bagian dari sistem manajemen dan pemeliharaan," tuturnya. (gsh)

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162