Loading...

Mentan: Arah Pembangunan Peternakan Swasembada Protein

13:00 WIB | Wednesday, 18-April-2018 | Nasional | Penulis : Julianto

 

 

Arah pembangunan peternakan dan kesehatan hewan  saat ini fokus untuk mewujudkan swasembada protein hewani dan pengentasan kemiskinan untuk masyarakat di pedesaan. Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat membuka acara Rapat Koordinasi Teknis Nasional (Rakonteknas) Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan hari ini Senin (16/4) di IPB Internasional Convention Center Bogor.

 

“Untuk mensukseskan pelaksanaan pembangunan pertanian, termasuk dalam hal ini mewujudkan cita-cita Indonesia swasembada protein hewani harus dibuat program prioritas dan fokus dalam pelaksanaanya," kata Amran.

 

Terkait dengan capaian swasembada protein hewani, Amran Sulaiman menyebutkan, Indonesia saat ini sudah swasembada untuk komoditas unggas, bahkan ekspor. “Kita telah melakukan terobosan peningkatan ekspor beberapa negara untuk ekspor unggas, diantaranya ke negara Myanmar, PNG, Jepang,” katanya.

 

Ekspor Unggas tahun 2017 , yaitu daging ayam olahan sebanyak 312 ton dan telur 386 ton). Sedangkan ekspor Obat Hewan tahun 2017 juga telah menembus 50 negara yang tersebar di 4 benua, sebesar 482.897 ton dengan nilai Rp  27,674 triliun. “Pertumbuhan volume dan nilai ekspor peternakan tiap tahun naik, pada tahun 2012-2017 mengalami peningkatan masing-masing sekitar 2,76% dan 3,2%,” ucapnya.

 

Dalam waktu dekat Mentan juga akan melepas ekspor daging ayam olahan, DOC dan pakan ternak ke Timor Leste. Selain itu, Kementan akan memanfaatkan adanya peluang ekspor ke negara ASEAN dan Timur Tengah, khususnya komoditi kambing dan domba yang dalam waktu dekat ini akan dilakukan ekspor perdana ke Malaysia sebanyak 2.500 ekor.

 

“Saya ingin ekspor tersebut terus meningkat, selain dapat meningkatkan pendapatan pelaku usaha dan menambah devisa, dengan ekspor juga akan mengangkat martabat bangsa Indonesia di mata dunia,” ujarnya.

 

Sedangkan terkait dengan daging sapi, saat ini Kementan sedang berupaya untuk meningkatkan populasi sapi/kerbau di Indonesia. Baik melalui Upsus Siwab (Sapi Indukan Wajib Bunting) juga penambahan sapi indukan impor dan pengembangan sapi ras baru “Belgian Blue”.

 

Sebagai tahun pertama pelaksanaan program, Amran mengakui, capaian kinerja program UPSUS SIWAB Tahun 2017 sangat fantastis. Hal ini terlihat dari beberapa hail. Pertama, pelayanan Inseminasi Buatan/IB dari Januari 2017 sampai 13 April 2018 telah terealisasi sebanyak 5.143.398 ekor.

 

Kedua, kebuntingan 2.334.794 ekor  dengan kelahiran sebanyak 1.136.454 ekor  atau setara Rp. 7,9 triliun  dengan asumsi harga 1 pedet lepas sapih Rp. 7 juta/ekor. Nilai yang sangat fantastis mengingat investasi program UPSUS Siwab pada tahun 2017 sebesar Rp 1,1 triliun. "Saya bangga dengan peternakan karena Upsus Siwabnya berhasil, jika ini terus ditingkatkan akan tercapai swasembada protein hewani," katanya.

 

Sementara untuk pengembangan sapi Belgian Blue di Indonesia Kementan menargetkan pada tahun  2019 akan ada kelahiran 1.000 ekor. Pada 12 April 2018 telah lahir kembali sapi Belgian Blue hasil embrio transfer.

 

Sebagai upaya mewujudkan swasembada protein hewani dan Lumbung Pangan Dunia tahun 2045, selain upaya-upaya tersebut di atas juga akan ditempuh dengan penambahan indukan impor. Pengadaan indukan impor tahun 2018 direncanakan dialokasikan sebesar 15.000 ekor yang akan didistribusikan pada daerah-daerah yang mempunyai komitken kuat dalam hal keberlanjutan pengembangan ternaknya. Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162