Loading...

Mentan Motivasi Mahasiswa Brawidjaya Untuk Jadi Pengusaha Pertanian Modern

12:49 WIB | Friday, 25-May-2018 | Nasional | Penulis : Gesha

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman datang untuk memotivasi mahasiswa Universitas Brawidjaya

Melengkapi kunjungannya selama satu minggu di Provinsi Jawa Timur, Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan kuliah umum di Fakultas Pertanian, Universitas Brawidjaya Malang, Jawa Timur, Jumat (25/5).


Mentan memberikan paparan capaian Indonesia dari sektor pertanian, mulai dari posisi 16 besar Indonesia dari The Economic Intellegent Unit hingga capaian ekspor beragam komoditas pertanian.


"Dengan kebijakan yang tepat, petani semangat bertani," tegasnya kepada mahasiswa-mahasiswi Universitas Brawidjaya (UB). Karena itu sejak awal memimpin Kementan, dirinya melakukan deregulasi sebanyak 50 Peraturan Dan Keputusan Menteri Pertanian.

 

Amran mengambil contoh melonjak pesatnya pertanaman jagung di berbagai daerah menjadikan Indonesia mampu stop impor. "Jagung kita bisa beri pakan untuk ternak tanpa impor bahkan bisa ekspor ke 5 negara," ceritanya.


Untuk membangkitkan minat mahasiswa UB akan bisnis pertanian, Amran menyebutkan 10 orang sukses di Indonesia sekitar 9 orang diantaranya berlatar bisnis pertanian. "Enggak ada alasan untuk impor,harus ekspor!," tukasnya.


Dengan latar sebagai pengusaha sukses pertanian, Amran bahkan membagikan tips sukses menjadi pengusaha, mulai dari belajar lebih dari 10 jam (rajin), disiplin,jujur, komitmen dan bersemangat (passion). "Smart people lose out with people who have passion," tuturnya.

 

Pertanian Mekanisasi

 

Di era modern, pertanian pun sudah mulai berbenah melalui mekanisasi. Karena itu, Kementan jor-joran merakit dan menyebarluaskan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada masyarakat tani. 

 

Menurutnya, tujuan mekanisasi untuk menurunkan biaya produksi 40 persen, meningkatkan indeks pertanaman, mempercepat tanam, dan meningkatkan produktifitas yang akan berdampak pada kesejahteraan petani meningkat.

 

Total Rp 13.6 Triliun yang bisa dihemat melalui penekanan losses (kehilangan hasil) dari segala komoditas. "Sekarang pertanian sudah full mekanisasi. Tidak mungkin bersaing dengan negara lain tanpa teknologi,"tutur Amran.

 

Mengenai generasi muda, Amran mencontohkan Gerakan Pemuda Tani Indonesia (GEMPITA) yang sudah berhasil mengembangkan jagung di berbagai sentra. Bahkan beberapa diantaranya sudah memiliki penghasilan yang tidak main-main dari pertanaman jagung. 

 

Karena itu, Amran mengajak mahasiswa-mahasiswi Universitas Brawidjaya untuk menjadi generasi pertanian modern selanjutnya di masa depan. (gsh)

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162