Loading...

Mentan: Musim Kemarau, Tak Ada Alasan Alsintan Nganggur

13:07 WIB | Tuesday, 05-June-2018 | Sarana & Prasarana, Non Komoditi | Penulis : Julianto

Traktor Bantuan harus dipergunakan selama musim tanam

Beberapa wilayah sentra padi telah memasuki musim kemarau. Namun Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengingatkan meski musim kemarau tidak ada alasan alat mesin pertanian (alsintan) menganggur.

 

“Menghadapi musim kemarau kita harus mengoptimalkan alsintan. Jangan sampai ada alsintan bantuan pemerintah tidur,” kata Amran usai membuka Rapat Koordinasi Gabungan Sergap, LTT dan Optimalisasi Alsintan 2018 di Jakarta, Selasa (5/6).  Dalam rapat tersebut hadir pejabat Dinas Pertanian, TNI AD dan Perum Bulog.

 

Pemerintah kata Amran, sudah mendistribusikan sebanyak 350 ribu alsintan untuk membantu petani dalam mengeloh lahan. Dari mulai jenis handtraktor, rice transplanter dan combine harvester. “Jadi jika dulu petani bertanam secara manual sekarang sudah dengan mekanisasi,” ujarnya.

 

Untuk menggerakkan alsintan yang sudah ada tersebut, Amran mengatakan, pemerintah telah membentuk Brigade Alsintan. Dengan adanya brigade diharapkan bantuan alsintan bisa optimal pemanfaatannya.

 

“Selama ini alsintan yang diberikan ke petani atau kelompok tani ketika selesai tanam istirahat, padahal ada petani lain yang memerlukan. Karena itu kita arahkan di daerah membentuk Brigade Alsintan,” ungkap Amran.

 

Tanpa menyebut berapa jumlahnya, namun Amran mengatakan, hingga kini luas tanam meningkat 5% dibandingkan tahun lalu. Dengan naiknya luas tanam diharapkan produksi juga ikut naik. “Luas tambah tanam harus naik dari tahun lalu, sehingga produksi juga naik. Tahun ini luas tanam naik 5%,” ujarnya.

 

Upaya pemerintah menggenjot luas tanam tersebut diakui Amran, karena kebutuhan terhadap konsumsi beras makin meningkat dengan bertambahnya jumlah penduduk.` Saat ini jumlah penduduk Indonesia sebanyak 265 juta jiwa atau naik 12,8 juta dibandingkan tahun 2014. Sedangkan kebutuhan konsumsi selama periode 2014-2018 bertambah 1,7 juta ton.

 

Dalam rapat gabungan tersebut, Amran juga mengungkapkan, pemerintah bersama-sama memantau stok pangan di seluruh Indonesia, terutama menjelang Lebaran mendatang. “Saya pastikan stok pangan siap dimana-mana. Untuk beras, stok beras di gudang Bulog mencapai 1,5 juta ton. Bahkan serapan gabah/beras Bulog hingga kini mencapai 18-20 ribu ton/hari,” tuturnya. (Yul)

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162