Loading...

Mentan: Tahun ini Tak Ada Paceklik

09:20 WIB | Wednesday, 20-September-2017 | Nasional | Penulis : Tiara Dianing Tyas

“Insya Allah tidak ada paceklik.” Demikian diungkapkan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman usai melantik lima pejabat eseon II di lingkup Kementerian Pertanian, Jumat (15/9).

 

Optimisme Amran tersebut karena pemerintah sejak jauh hari sudah mengantisipasinya dengan melakukan berbagai upaya melalui program jangka panjang dan jangka pendek. Untuk jangka pendek dengan membuat sumur pantek dan pompanisasi air sungai di wilayah potensial, penyediaan benih unggul tahan kekeringan, pengaturan pola tanam. Sedangkan untuk minimalisir resiko kekeringan, pemerintah menyediakan asuransi usaha tani dan menggenjot pertanaman di lahan rawa, lebak, pasang surut.

 

Dalam jangka panjang melalui program perbaikan irigasi, bantuan alsintan, pembangunan embung, pengembangan tata air mikro di lahan rawa dan pasang-surut. “Kami juga memberikan bantuan benih yang tahan kekeringan untuk mengantisipasi potensi kekeringan dan menghindari penurunan hasil produksi petani,” katanya.

 

Untuk menjamin ketersediaan air irigasi, Kementan juga bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terkait pembangunan bendungan, DAM, jaringan irigasi primer dan sekunder serta melakukan normalisasi sungai, serta pembangunan irigasi tersier 3 juta ha.

 

Sedangkan untuk penyediaan air irigasi secara berkelanjutan Kementan juga turut bekerja sama dengan Kementerian Desa dan PDT dalam pembangunan embung di seluruh Indonesia. Di tahun 2017 pemerintah menargetkan akan membangun minimal 11 ribu embung dari total 30 ribu embung dengan jangkauan 1,5 juta ha hingga 2 juta ha. Bahkan untuk mendukung ketersediaan air pada lahan pertanian, pemerintah telah menyiapkan puluhan ribu pompa air untuk pengairan sawah seluruh Indonesia.

 

Memasuki masa tanam yang tinggal dua minggu lagi ini, Amran meminta untuk mengawal dan jaga ketat agar berjalan dengan baik. “Masa kritis itu Juni sampai Desember dan ini harus diamankan,” ujarnya.

 

Data Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Ditjen Tanaman Pangan, Kementan tercatat luas kekeringan pada pertanaman padi Musim Kemarau 2017 (periode April – Agustus) hanya 5.379 ha. “Jumlah ini hanya 0,11% dari total keseluruhan areal tanam pada periode yang sama 4.869.051 ha,” katanya. Yul/Ditjen PSP

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162