Loading...

Mentan Tengok Panen di Sragen, Harga Gabah Masih di Atas HPP

14:24 WIB | Wednesday, 24-January-2018 | Nusantara | Penulis : Julianto

 

 

Setelah menengok lokasi panen di Bojonegoro, lalu ke Kudus dan Demak, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman melanjutkan ke Sragen, Jawa Tengah. Di lokasi panen, harga gabah di tingkat petani mulai turun, tapi masih jauh di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

 

Harga gabah kering panen (GKP) di petani saat ini sekitar Rp 5.100/kg. Harga itu turun Rp 400/kg dari sebelumnya Rp 5.500/kg. Jika dibandingkan dengan HPP yang tercantum dalam Inpres Perberasan No. 5 Tahun 2015, harga GKP Rp 3.700/kg di tingkat petani. Bahkan harga gabah petani juga masih di atas HPP gabah kering giling (GKG) Rp 4.650/kg di gudang Bulog.

 

Kepala Dinas Pertanian Sragen, Eka Rini Mumpuni Titi Lestari di lokasi panen padi di Desa Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Rabu (24/1) mengatakan, saat ini harga GKP tingkat petani mulai turun.  Harga GKP di tingkat petani sekarang Rp 5.100/kg, padahal dua minggu lalu Rp 5.500/kg atau turun Rp 400/kg. “Saat ini panen raya, harga gabah sudah turun,” katanya di sela-sela kunjungan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman ke Sragen, Jawa Tengah. 

 

 Eka mengungkapkan, panen padi Kabupaten Sragen pada Januari 2018 seluas  6.665 ha dengan produksi sekitar 23.993 ton beras. Kemudian pada Februari  panen seluas 29.818 ha (105.593 ton beras) dan Maret  3,718 ha (13.090 ton beras). Dengan konsumsi penduduk Sragen sebanyak 981 ribu jiwa, diperlukan 7.843 ton/bulan. Artinya, pada Januari surplus 16.090 ton beras, Februari surplus 97.750 ton dan Maret surplus 5.247 ton.

 

Iwan, petani Desa Plumbungan Kecamatan Karangmalang mengatakan sebagian besar petani di daerahnya menanam padi varietas Ciherang yang umur 90 hari. Produktivitasnya mencapai 8,4 ton per ha. “Hamparan panen di sini sangat luas. Harga sebelumnya Rp 5.400/kg, sekarang tengkulak mulai nawar harga turun,” katanya.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Yuni Astuti mengatakan panen padi Provinsi Jawa Tengah Januari 2018 seluas 109 ribu ha, Februari 2018 seluas 328 ribu ha dan Maret seluas 293,6 ribu ha.  Produksi Januari adalah 620 ribu ton GKG setara 375 ribu ton beras, Februari 1.92 juta ton GKG setara beras 1,16 juta ton beras dan Maret 1,73 juta ton GKG setara 1,43 juta ton beras. “Jawa Tengah surplus dan harga mulai turun. Harus diantisipasi agar harga gabah tidak jatuh seperti tahun lalu menyentuh Rp 3.000/kg,” tegasnya.

 

Pada acara "Tanam dan Panen Padi Tiap Hari Untuk Kedaulatan Pangan" di Kecamatan Karangmalang Sragen ini, hadir juga Aster KASAD Mayjen Supartodi, perwakilan dari Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Asisten Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ilyas payong,  Dirjen Hortikultura Spudnik Sudjono,  Ketua KPPU Syarkawi Rauf, Kasdam Pangdam IV Diponegoro Bakti Agus Fadjari, Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno, Direktur Bulog Andrianto, Direktur PT PUSRI, perwakilan Bank BUMN, Dirut  PT SHS Syaiful Bahri, Dirut PT Pertani Ir Wahyu.

 

Amran menegaskan, pemerintah memberi perhatian penuh terhadap petani. Yakni melalui penyaluran bantuan secara gratis berupa alat mesin pertanian naik 2.000%, rehabilitasi irigasi tersier 3,2 juta ha, bantuan benih unggul, asuransi pertanian 1 juta hektar dan lainnya.

 

"Setelah kita berhasil swasembada empat komoditas, ke depan kita fokus pada kesejahteraan petani, family welfare. Saya sampaikan bahwa Presiden Jokowi sangat mencintai dan menyayangi semua petani,” tegasnya. Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162