Loading...

Menyambut Panen Raya, Bulog Diharapkan Bersiap Sergap

13:39 WIB | Monday, 08-January-2018 | Olahan Pasar, Non Komoditi | Penulis : Indarto

 

 

Perum Bulog sejak awal Januari 2018 diharapkan mulai menyiapkan strategi untuk menyerap gabah petani. Mengingat pada Februari-April 2018 akan terjadi panen raya. Jika Bulog tak mempersiapkan dari sekarang, dikuatirkan harga gabah petani saat musim panen raya akan jatuh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP). 

 

“Mulai Februari akan banyak panen padi. Di Jawa Tengah ada sekitar 340 ribu ha sawah siap panen pada Februari. Sedangkan  di Januari saja sudah ada 110 ribu ha yang siap panen,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan SDM Pertanian, Momon Rusmono, saat panen padi di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (7/1).

 

Menurut Momon, sepanjang perjalanan dari Demak hingga Kudus banyak hamparan padi yang siap panen dalam waktu dekat ini. Di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus saat ini ada 500 ha sawah siap panen pada Januari 2018. Bahkan, dari lahan sawah siap panen itu ada sebanyak 127 ha siap panen pada minggu pertama Januari tahun ini.

 

“Luasan lahan yang siap panen di desa ini cukup signifikan. Karena itu kami minta Bulog mampu menyerap gabah petani,” ujar Momon. Karena itu lanjut Momon, Bulog harus siap menyerap gabah petani. Jangan sampai gabah petani saat musim panen terjun bebas.

 

Untuk itu Momon meminta, Bulog menggandeng mitra untuk memudahkan menyerap gabah petani. Perum Bulog juga bisa mengoptimalkan peran unit penggilingan gabah dan beras (UPGB), sehingga mempermudah untuk menjaga stok berasnya di gudang Bulog.

 

Guna mengoptimalkan serap gabah petani Momon juga menyarankan agar Bulog meminta bantuan penyuluh atau Babinsa yang ada di daerah. Sebab, penyuluh dan Babinsa yang sehari-hari melakukan pendampingan ke petani bisa memastikan sawah siapa saja yang siap panen.

 

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Kepala Subdivre Bulog Pati, Rindo Saputro menyatakan, pihaknya siap melakukan serap gabah petani saat musim panen. Bahkan, saat musim panen raya Februari, Bulog juga akan bekerjasama dengan mitra, penyuluh dan Babinsa supaya serapan gabahnya berjalan maksimal. “Kita saat ini tinggal menunggu instruksi dari pusat,” ujar Rindo Saputra.

 

Menurutnya,  Perum Bulog siap membeli gabah petani sesuai dengan spesifikasi yang berlaku. Artinya, Perum Bulog siap membeli gabah sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 3.700/kg untuk gabah kering panen (GKP) dan Rp 4.600/kg untuk gabah kering giling (GKG). Sedangkan untuk beras dengan harga Rp 7.300/kg.

 

“Sampai saat ini kami tak bisa membeli gabah atau padi petani di luar ketentuan itu. Sebab, sampai awal tahun ini belum ada instruksi dari pusat,”  katanya. Idt

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162