Loading...

Merubah Pekarangan Menjadi Ladang Uang

11:24 WIB | Tuesday, 13-May-2014 | Klinik Teknologi, Teknologi | Penulis : Kontributor

Untung Beternak Itik Di Pekarangan

 

ITIK merupakan ternak unggas penghasil telur yang cukup potensial di samping ayam. Kelebihan ternak itik adalah lebih tahan terhadap penyakit sehingga pemeliharaannya mudah dibandingkan dengan ayam.

 

Di Provinsi Sumatera Barat umumnya itik masih dipelihara secara tradisional dengan penggembalaan secara berpindah-pindah. Dengan semakin sempitnya areal penggembalaan dan banyaknya resiko kematian ternak akibat keracunan pestisida maka pemeliharaan sistem gembala ini makin terancam. Salah satu usaha yang dirasa mampu mengatasinya adalah melakukan pemeliharaan itik secara intensif atau semi intensif. Pemeliharaan itik secara intensif dapat dilakukan dengan sistem terkurung yang didukung dengan pemberian pakan yang baik, tatalaksana pemeliharaan yang memadai dan pengawasan kesehatan ternak yang baik.

 

 Pada sistem pemeliharaan semacam ini ternak lebih banyak dan bahkan terus menerus berada dalam kandang. Semua keperluan dan lingkungan hidupnya disediakan atau diatur sesuai dengan kebutuhannya. Usaha beternak itik secara terkurung ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan pekarangan di belakang rumah. Kandangnya dilengkapi umbaran yang dipagar keliling setinggi 0,75 -1m.

 

Pemilihan Bibit

 

Bibit itik petelur, pedaging dan pejantan  harus memiliki persyaratan  sebagai berikut:

 

a. Pertumbuhan badannya cepat, besarnya seragam serta tidak mempunyai cacat tubuh. Bobot badan itik pejantan muda pada umur 20 minggu 1,6 kg dan pada umur 40 minggu  1,8 kg, sedangkan bobot badan itik betina muda pada umur  20 minggu 1,4 kg dan pada umur 40 minggu 1,6 kg.

 

b. Pertumbuhan bulunya cepat dan warna bulu seragam. Bulu sudah tumbuh  lengkap pada    umur 14 hari.

 

c. Cepat mencapai dewasa kelamin di mana itik sudah mulai bertelur pada umur 5–6 bulan.

 

d. Mempunyai daya hidup yang tinggi, yang ditandai oleh angka kematian yang rendah. Angka kematian pada periode pemeliharaan anak sampai dengan  umur mulai bertelur sebesar 3%, sedangkan dari awal bertelur sampai dengan  diafkir  sebesar 2%.

 

f.  Lebih  efisien  dalam penggunaan pakan dengan angka konversi pakan berkisar 2-2,5. Artinya untuk menghasilkan 1 kg telur dibutuhkan pakan sebanyak 2-2,5 kg.

 

Untuk memperoleh bibit bermutu, peternak dapat:

 

1. Membeli anak itik dari pembibitan yang sudah dikenal, ciri-ciri anak itik yang baik   adalah tidak cacat, warna bulu kering dan mengkilap.

 

2. Melakukan pembibitan sendiri untuk mendapatkan telur tetas. Untuk itu perlu dilakukan:

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162