Loading...

Minyak Cabai, Peluang Bisnis Mengiurkan dari si Pedas

14:26 WIB | Thursday, 23-November-2017 | Tips & Santai, Non Komoditi | Penulis : Gesha

Cabai, selama ini pengolahannya masih sebatas digiling atau dibuat bubuk. Namun dengan inovasi sederhana, produk cabai bisa dibuat minyak. Bahkan menjadi peluang usaha baru yang menggiurkan.

 

Produk minyak cabai terlihat dalam stand pameran Balai Besar (BB) Pascapanen, Balitbang Pertanian Kementerian Pertanian di Agro Inovasi Fair 2017 di Mall Botani Square, Bogor.

 

Minyak cabai ini merupakan salah satu proses lanjutan dari bubuk cabai dan cabai segar. Menariknya, minyak cabai ini bisa digunakan sebagai bumbu masakan, bahan sambal dan saos, salad dressing hingga minyak masak.

 

Pada masakan Korea dan China, minyak cabai sering digunakan  dan biasanya dijual dalam kemasan botol kecil atau kalengan di pasar swalayan besar atau toko bahan makanan Asia. Harganya pun lumayan mahal yaitu kisaran Rp 35 ribu-60 ribu untuk kemasan kecil. 

 

Dari leaflet yang diberikan BB Pasca Panen Balitbang Pertanian, ternyata proses pengolahan minyak cabai ini sangat mudah. Cukup menggunakan bubuk cabai dan minyak nabati yang diaduk selama 5 menit. Lalu dilakukan pengendapan selama 24 jam. Namun dilakukan pengadukan sebanyak 5 kali selama 5 menit.  Larutan ini kemudian dimasak dengan suhu 75 derajat celcius selama 5 menit. Proses lanjutannya dengan penyaringan, sehingga dihasilkan minyak cabai. 

 

Bagaimana rasa minyak cabai ini? Jangan salah, rasanya ternyata sangat pedas. Tiap satu sendok teh minyak cabai rasanya setara dengan 15 buah cabai keriting. 

 

Hingga sekarang diseminasi teknologi pengolahan minyak cabai ini masih dalam proses. Setidaknya awal tahun 2018 mendatang, pendampingan teknologi pengolahan akan dilakukan langsung Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP). Gsh

 

Editor: Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162