Loading...

Multi Manfaat Diversifikasi Pangan

04:44 WIB | Thursday, 26-October-2017 | Pangan, Komoditi | Penulis : Clara Agustin

Diversifikasi pangan ibarat mudah diucapkan, tapi sulit dilaksanakan. Program tersebut sebenarnya telah digaungkan sejak lama, bahkan semasa era Presiden Soeharto. Namun ternyata dalam pelaksanaannya tak mudah untuk mengurangi ketergantungan konsumsi beras masyarakat Indonesia.

 

Padahal jika program diversifikasi pangan berhasil, maka banyak dampak positif yang akan terjadi. Misalnya, seperti hitungan Ketua Umum Masyarakat Perbenihan dan Pembibitan Indonesia (MPPI), Herman Khaeron.

 

“Sehari kita makan 3 kali. Kalau saja satu dari 3 kali itu kita ganti dengan pangan lokal, kita bisa punya cadangan beras 10 juta ton,” kata Herman yang kini Wakil Ketua Komisi VII DPR RI saat Talkshow Diverisifikasi Pangan, beberapa waktu lalu, di Jakarta.

 

Padahal menurutnya, dalam setahun saja konsumsi beras masyarakat Indonesia mencapai 35 juta ton untuk 3 kali makan. Nah, jika satu kali makan diganti dengan konsumsi pangan lokal (diversifikasi pangan), maka mampu menurunkan konsumsi beras 10 juta ton/tahun. Jadi jika dikalkulasikan dengan jumlah surplus sekarang 10 juta ton, maka Indonesia bisa surplus beras hingga 20 juta ton.

 

Bukan hanya itu, manfaat lain diversifikasi pangan adalah akan menumbuhkan ekonomi kreatif. Artinya, pelaku industri diversifikasi pangan tidak hanya membuat produk pangan non beras saja, tapi ada inovasi lainnya. Misalnya, memproduksi tepung, kue, minuman, dan masih banyak lainnya.

 

Herman melihat Indonesia memiliki potensi untuk mencapai diversifikasi pangan karena kekayaan biodiversitas pangan nabati dan hewani yang beragam. Ditambah setiap daerah biasanya mempunyai pangan lokal dengan ciri khas tersedniri. “Apa saja di Indonesia ini bisa tumbuh. Makanya potensi kita untuk mengembangkan pangan lokal, di sini sangat luar biasa,” tambahnya.

 

Beberapa upaya untuk mencapai diversifikasi pangan diantaranya, pertama, pengembangan promosi terhadap pola konsumsi pangan lokal. Kedua, integrasi dan interaksi antara pemerintah, pelaku usaha pangan dan perguruan tinggi untuk melakukan pengembangan pangan lokal.

 

Ketiga, pengembangan pangan olahan lokal melalui pengembangan industri pangan. Keempat, pengembangan teknologi dan sistem insentif bagi usaha pengolahan pangan lokal. “Dengan melakukan upaya-upaya di atas, program diversifikasi pangan akan berjalan. Konsumsi beras menurun, pangan lokal terangkat,” tegas Herman. Cla

 

 

 

 

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162