Loading...

Optimalisasi Alsintan melalui SK Gubernur

15:04 WIB | Thursday, 09-March-2017 | Non Komoditi, Sarana & Prasarana | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Optimalisasi bantuan alat mesin pertanian (alsintan) ternyata menjadi persoalan di daerah. Banyak penggunaan alsintan belum maksimal.

 

Kondisi tersebut sempat terungkap dalam Rapat Pemantapan Program dan Kegiatan Tahun Anggaran 2017 (Sinergi Ditjen Tanaman Pangan dan Ditjen PSP) di Solo, beberapa waktu. Bahkan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian, Pending Dadih Permana sempat menyingung jika Pemda telah kehilangan kedaulatan terhadap alsintan yang diberikan ke petani.

 

Namun tak semua itu terjadi di daerah. Di Kabupaten Gorontalo Utara, pengaturan pemanfaatan alsintan mengacu regulasi gubernur yakni melalui brigade alsintan, baik untuk pengolahan tanah maupun pengolahan hasil. Surat Keputusan (SK) gubernur ditindaklanjuti SK Bupati.

 

Di tingkat kecamatan diatur dalam tim Brigade Alsintan yang berada di Balai Penyuluh Pertanian (BPP). Dengan demikian, tiap kecamatan memiliki Brigade Alsintan. Kepala BPP menjadi penanggungjawab penggunaan alsintan. Sedangkan pembinanya Komandan Rayon Militer (Danramil) dan camat.

 

“Dengan Brigade Alsintan akan mempercepat gerakan tanam dan panen,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Gorontalo Utara, Ramlin Tanaiyo.

 

Ramlin mengakui, pihaknya belum lama ini mendapatkan bantuan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Tanaman Pangan sebanyak empat unit dari total delapan unit. Saat ini beberapa wilayah di Kabupaten Gorontalo Utara sedang mempersiapkan panen raya pada Maret dan April. “Untuk tenaga panen yang kurang akan kita dekatkan dengan alsintan untuk percepatan panen,” katanya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162