Loading...

Optimalisasi Laju LTT di Lahan Suboptimal

11:38 WIB | Thursday, 05-July-2018 | Non Komoditi, Sarana & Prasarana | Penulis : Clara Agustin

Luas Tambah Tanam (LTT) menjadi jalan untuk mencapai peningkatan produksi padi. Salah satu yang menjadi target pemerintah adalah mengejar tambah tanam di lahan suboptimal.

 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemanfaatan lahan suboptimal dengan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 100 menjadi 200 mampu menghasilkan 60 juta ton gabah kering giling (GKG) dengan nilai Rp 540 triliun. “Lahan sub optimal ini adalah lumbung masa depan. Kalau dari sekarang kita manfaatkan, kedepannya akan luar biasa sekali,” katanya.

 

Amran menyampaikan sejumlah langkah telah pemerintah persiapkan untuk mendorong laju LTT agar bisa menggenjot produksi padi nasional. Berdasarkan data, target LTT hampir mencapai 80%. Namun demikian, Amran belum cukup puas, karena menurutnya masih banyak daerah yang LTT-nya masih rendah dan tidak mencapai target. Beberapa upaya percepatan yang harus dilakukan adalah mencari lahan yang baru panen dan belum diolah kembali.

 

“Saya meminta koordinasi dilakukan dengan Dinas Pertanian, Kodim, Penyuluh, Koramil/Babinsa dan menggerakkan mahasiswa STPP dan alumni agar segera mendistribusikan alsintan dan mengolah lahan,” pesannya.

 

Untuk percepatan LTT, Amran meminta, PJ Upsus Provinsi, Kadistan Provinsi, Danrem agar memerintahkan Tim LTT Kabupaten mengidentifikasi potensi tanam, sumber air, rencana tanam dan saprotan. Kepada Dinas Pertanian diminta segera mengeksekusi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) ke Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dan harus segera ditanam. “Kita harus gerak cepat. Optimalkan pemanfaatan benih dan saprotan,” tegasnya.

 

Pada tahun 2018, target LTT untuk di lahan rawa seluas 1 juta ha dan di lahan kering 2 juta ha akan ditanami tanaman padi. Kementerian Pertanian tahun ini menargetkan luas tanam padi meningkat hingga 16,8 juta ha di semua lahan (baik yang optimal maupun yang sub optimal).

 

Sementara itu saat melihat persiapan Hari Pangan Sedunia (HPS) di Kalimantan Selatan, Mentan Amran mengatakan, lahan rawa berpotensi untuk menyediakan stok pangan nasional sehingga kedaulatan pangan terwujud. “Dengan lahan rawa 1 juta ha yang ada di Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan, ada tambahan beras 8 juta ton per tahun jika ditanam 3 kali setahun dan produktivitasnya 5 ton per ha,” katanya.

 

Untuk mempercepat pengembangan lahan rawa menjadi lahan produktif ini, Amran menyebutkan, pemerintah memberikan bantuan alat mesin pertanian seperti eskavator sebanyak 40 unit. Dengan begitu, lahan rawa di Barito Kuala cepat menjadi lahan persawahan produktif dan dapat dilanjutkan ke daerah lainnya. “Eskavator ini akan bergerak ke kabupaten lainnya untuk membangun lahan sawah. Potensi lahan rawa sangat menjamin ketersediaan beras nasional,” katanya.

 

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Soemardjo Gatot Irianto mengatakan, untuk mencapai sasaran LTT diperlukan gerakan yang terkoordinasi dan saling bersinergi antar semua pihak yang terlibat. “Kepala dinas dan PJ Upsus Provinsi/Kabupaten diminta mampu menggerakkan seluruh aparat di tingkat kecamatan dan desa bersama dengan petani,” katanya.

 

Sementara itu Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Winarno Tohir mengatakan, kelompok tani sangat mendukung program LTT asalkan sarana dan prasarananya tersedia. “Air, benih, pupuk, alsintan serta RMU-nya tersedia dan mampu menguntungkan petani,” ujarnya.

 

Adapun Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjen Tatang Sulaiman mengatakan, capaian LTT selama 3 tahun terakhir tergolong stabil. Pada tahun 2015, target LTT seluas 15,6 juta ha dan yang terealisasi sekitar 14,1 juta ha. Tahun 2016 target LTT 15,9 juta ha yang terealisasi mencapai 16,6 juta ha. Sedangkan tahun 2017, dari target LTT seluas 19,9 juta ha yang terealisasi sekitar 18,1 juta ha. “Target tahun 2018 (April-September) seluas 8,1 juta ha dan yang baru terealisasi 38% dari target,” ujarnya.

 

Motivasi Petani

 

Agar LTT tercapai, Tatang meminta untuk seluruh aparat yang terlibat mampu memotovasi petani melaksanakan gerakan tanam serentak. Lalu bersama PPL mengajak petani melaksanakan pola tanam sebanyak 3 kali dalam setahun. “Begitu juga untuk jaringan irigasinya. Harus benar-benar diperhatikan. Kalau yang perlu perbaikan, harus segara diperbaiki dan temukan potensi sumber air lainnya,” pesannya.

 

Sementara Asisten Teritorial Kepala Staf Angakatan Darat (Aster Kasad), Mayjen TNI Supartodi mengatakan ada berbagai upaya yang harus dilaksanakan dalam peningkatan LTT. Diantaranya, sawah selesai panen segera olah tanam, memotivasi petani untuk budidaya secara modern, gerakan tanam serentak, memanfaatkan momen cuaca hujan untuk tanam, optimalisasi penggunaan alsintan, dan distribusi saprodi tepat waktu. “Intinya kita harus memaksimalkan pertanaman padi untuk mengejar LTT ini,” tegasnya.

 

Dalam rangka mencapai LTT, Kodim 0736/Batang melaksanakan kegiatan pembuatan posko percepatan LTT padi di tiap-tiap kecamatan secara serentak. Tujuan dari pembuatan posko tersebut yaitu untuk mendorong dan menstimulus kelompok tani. Dengan demikian dapat mencegah terjadinya keterlambatan dalam penanaman serta meningkatkan kesejahteraan petani sesuai program yang telah direncanakan. Selain itu, kegiatan ini juga untuk mengajak petani segera menanam kembali setelah panen padi.

 

Wakil Kepala BPP Peusangan, Bireun, Aceh, Basri, penanaman padi dengan sistem jajar legowo ternyata dapat meningkatkan produktifitas padi, sehingga dapat meningkatkan LTT. Cara tanam padi jajar legowo merupakan salah satu teknik penanaman padi yang dapat menghasilkan produksi yang cukup tinggi serta memberikan kemudahan dalam aplikasi pupuk dan pengendalian organisme pengganggu tanaman.

 

Sistem tanam jajar legowo juga merupakan suatu upaya memanipulasi lokasi pertanaman, sehingga pertanaman memiliki jumlah tanaman pinggir yang lebih banyak dengan adanya barisan kosong. “Selain itu sistem tanam jajar legowo juga meningkatkan jumlah populasi tanaman dengan pengaturan jarak tanam,” terangnya. Cla/Yul/Ditjen PSP

 

Editor : Ahmad Soim

 

Editor : Ahmad Soim

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162